Cerita Warga Bengkalis Temukan Seekor Anak Harimau di Kebun Karet

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Umat Hindu memercikan air suci pada seekor anak Harimau puith saat ritual Tumpek Kandang di Bali Zoo, 3 Oktober 2015. Ritual Tumpek Kandang dilaksanakan untuk mendoakan agar hewan tersebut dapat berkembang dengan baik, harmonis, terjaga kelestariannya dan memberi manfaat positif bagi manusia. TEMPO/Johannes P. Christo

    Umat Hindu memercikan air suci pada seekor anak Harimau puith saat ritual Tumpek Kandang di Bali Zoo, 3 Oktober 2015. Ritual Tumpek Kandang dilaksanakan untuk mendoakan agar hewan tersebut dapat berkembang dengan baik, harmonis, terjaga kelestariannya dan memberi manfaat positif bagi manusia. TEMPO/Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, Pekanbaru - Seekor anak harimau Sumatera ditemukan lemas tak berdaya dalam kebun karet milik warga di Dusun Kelapa, Desa Apiapi, Kecamatan Bukit Batu, Bengkalis. Anak harimau disebut mengalami dehidrasi berat dan infeksi.

    "Harimau mengalami dehidrasi tingkat tinggi," kata juru bicara Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam wilayah Riau Dian Indriyanti, Jumat, 26 Mei 2017.

    Baca: Harimau Sumatera Masuk Kampung, Warga Panik, BBKSD: Numpang Lewat

    Menurut Dian anak harimau itu ditemukan seorang warga bernama Sadri, 45 tahun, saat akan menyadap getah di kebun karet miliknya.  Sadri melihat seekor anak harimau terbaring lemah di dalam kebun. Dia melaporkan temuan itu kepada warga lainnya dan membawa anak harimau ke mantri hewan Bukit Batu untuk dirawat.

    Selanjutnya, anak harimau diserahkan ke Klinik hewan BBKSDA Riau di Pekanbaru. "Harimau dibawa ke Pekanbaru untuk menjalani perawatan," kata Dian.

    Lihat: Warga Banyuasin Tewas Diterkam Harimau

    Menurut Dian, anak harimau yang ditemukan lemah itu tidak sakit, hanya saja mengalami dehidrasi yang cukup berat dan terdapat luka di tubuhnya. Dia memastikan anak harimau tersebut terluka bukan akibat jeratan. "Ada myasis dibagian dada dan dagu,bukan karena jeratan," ujarnya.

    Dokter hewan klinik BBKSDA Riau Rini Ruswita mengatakan harimau mengalami mal nutrisi dan dehidrasi berat, terdapat luka infeksi di bagian dada dan dagu harimau. Ia mengaku telah memberikan perawatan terhadap harimau tersebut dengan memberikan infus NHCL, anti biotik dan inflamasi.

    Simak: Klinik untuk Harimau Sumatera Dibangun di Bengkulu

    Rini menduga anak harimau Sumatera tersebut terlepas dari pengawasan induknya, akibatnya harimau mengalami kelaparan dan dehidrasi berat. "Dilihat dari usianya harimau ini masih menyusui," ucapnya.

    RIYAN NOFITRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bagi-bagi Jatah Menteri di Komposisi Kabinet Jokowi

    Partai koalisi pemerintah membahas komposisi kabinet Jokowi - Ma'ruf. Berikut gambaran komposisi kabinet berdasarkan partai pendukung pasangan itu.