Perkembangan Kondisi Novel: Tekanan Mata dalam Batas Normal

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyidik KPK Novel Baswedan tiba di Rumah Sakit Mata Jakarta Eyes Center di Menteng, Jakarta Pusat, 11 April 2017. TEMPO/Yohanes Paskalis

    Penyidik KPK Novel Baswedan tiba di Rumah Sakit Mata Jakarta Eyes Center di Menteng, Jakarta Pusat, 11 April 2017. TEMPO/Yohanes Paskalis

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan dilaporkan perlahan mulai mengalami perkembangan perawatan setelah mendapatkan serangan teror air keras ke bagian wajah dan matanya beberapa waktu lalu.

    Berdasarkan pemeriksaan hari ini, tekanan mata Novel berada dalam batas normal, yaitu kanan 15 dan kiri 17. "Namun untuk membaca huruf dan angka masih belum terdapat perubahan sejak kemarin," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah dalam keterangan tertulis, Selasa, 23 Mei 2017.

    Baca: Mata Kiri Novel Baswedan Masih Belum Bisa Baca Huruf

    Febri mengatakan mata kiri Novel masih tidak dapat mengenali huruf dan angka, sedangkan mata kanan baru bisa melihat huruf dalam ukuran besar. "Pascaoperasi tidak ditemukan infeksi atau peradangan."

    Febri berujar pada mata kiri Novel saat ini terdapat tumpukan kalsium. Tapi, langkah pengangkatan kalsium itu belum dilakukan karena dokter  tengah berfokus mendorong pertumbuhan selaput mata kiri agar meliputi seluruh bagian conjungtiva (bagian putih) dan kornea. "Perkembangan ini akan dicegah dengan pengobatan," katanya.

    Simak: Kasus Novel, Polisi Jelaskan Kenapa TPF Independen Belum Perlu

    Febri menambahkan dokter pun meminta Novel untuk tidak banyak bergerak terlebih dahulu atau menunduk untuk menjaga posisi lensa kontak (contact lens) yang dipasang. "Pemasangan lensa kontak adalah untuk melindungi membran plasenta yang telah dipasang," ujarnya.

    Pihak kepolisian saat ini masih berupaya mengusut kasus penyerangan terhadap Novel. Dalam pertemuan antara KPK dan kepolisian, juru bicara Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono mengatakan lembaganya serius dan berniat mengusut tuntas kasus penyerangan tersebut.

    Lihat: Kasus Novel Baswedan: Masyarakat diminta bersabar

    Dia berdalih pembebasan sejumlah terduga didasari pertimbangan belum kuatnya bukti keterlibatan mereka. “Kami akan berkoordinasi secara formal setiap dua minggu. Kalau yang informal bisa setiap saat,” ujar Argo.

    GHOIDA RAHMAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.