Tanpa Tim Bersama, KPK Tetap Koordinasi Soal Kasus Novel Baswedan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah aktifis yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil membawa topeng foto Novel Baswedan di gedung KPK, Jakarta, 12 April 2017. Mereka meminta KPK dan aparat kepolisian untuk segera mengusut kasus penyiraman air keras yang menimpa penyidik senior KPK Novel Baswedan didepan kediamannya dikawasan Kelapa Gading, Jakarta. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Sejumlah aktifis yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil membawa topeng foto Novel Baswedan di gedung KPK, Jakarta, 12 April 2017. Mereka meminta KPK dan aparat kepolisian untuk segera mengusut kasus penyiraman air keras yang menimpa penyidik senior KPK Novel Baswedan didepan kediamannya dikawasan Kelapa Gading, Jakarta. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah menuturkan pihaknya tetap akan berkoordinasi dengan tim dari kepolisian untuk mengungkap siapa pelaku sebenarnya penyerang penyidik Novel Baswedan dengan air keras. Langkah itu dilakukan meski Kepolisian Daerah Metro Jaya menyatakan menolak adanya tim bersama dalam mengusut kasus Novel.

    “Langkah KPK berikutnya melakukan koordinasi intensif dengan tim dari Polri, kalau ada dukungan perlu dari KPK akan kami lakukan sesuai kewenangan KPK,” kata Febri di Jakarta, Selasa 16 Mei 2017.

    Baca : Kejar Penyerang Novel Baswedan, Polisi Dalami Kemungkinan Motif

    Febri menuturkan hingga hari ke-35, penanganan kasus Novel masih berada di tangan kepolisian. Menurut dia, semua pihak yang mendukung pemberantasan korupsi telah sepakat bahwa yang penting saat ini adalah mengetahui siapa pelaku baik aktor di lapangan atau lainnya yang telah menyerang Kepala Satgas Penyidikan kasus e-KTP tersebut.

    Menurut Febri, perihal wacana pembentukan tim bersama, pihaknya mendukung sepanjang tim tersebut bisa bekerja maksimal dalam mengungkap para pelaku penyerangan.

    Bahkan KPK menunggu sinyal dari Presiden untuk segera membentuk tim tersebut. “Kalau memang ada konsen dari Presiden untuk memperkuat, akan berikan sinyal yang baik,” kata dia.

    Febri menuturkan sejauh ini belum ada informasi terbaru yang disampaikan ke kepolisian untuk membantu penyelidikan kasus Novel. “Kami masih menunggu mereka (kepolisian),” kata dia.

    Simak pula : Penyerang Novel Baswedan Belum Tertangkap, Keluarga Kecewa

    Sementara itu sebagai bentuk dukungan, sejumlah aktivis dikabarkan akan menggelar pertemuan dengan pihak keluarga Novel. Tujuannya untuk mendorong percepatan penyelesaian kasus Novel. Menanggapi itu, Febri belum bisa mengkonfirmasi perihal waktu dan rencana pertemuan tersebut. Namun ia mengatakan ada sejumlah pihak yang datang ke KPK untuk memberikan dukungan penyelesaian kasus penyidik senior KPK tersebut. Ia menyebutkan di antaranya koalisi masyarakat peduli KPK dan ICW.

    DANANG FIRMANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Utang BUMN Sektor Industri Melonjak, Waskita Karya Paling Besar

    Sejumlah badan usaha milik negara di sektor konstruksi mencatatkan pertumbuhan utang yang signifikan. Waskita Karya menanggung utang paling besar.