Marwan Jafar Bicara Kondisi Petani di Jawa Tengah, Ada Apa?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Marwan Jafar, menikmati jeruk baby hasil pertanian di desa wisata petik jeruk di Desa Selorejo, Kec. Dau, Malang, Jatim, 27 Maret 2015. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Marwan Jafar, menikmati jeruk baby hasil pertanian di desa wisata petik jeruk di Desa Selorejo, Kec. Dau, Malang, Jatim, 27 Maret 2015. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Marwan Jafar, berjanji melindungi para petani jika terpilih menjadi Gubernur Jawa Tengah pada pilkada 2018. “Petani perlu dikuatkan agar tidak terpuruk. Sebab, dari level kebijakan, tidak ada keberpihakan yang tegas kepada petani,” katanya.

    Marwan berniat menjadi bakal calon Gubernur Jawa Tengah yang diusung Partai Kebangkitan Bangsa. Marwan menghadiri acara Halaqah Ulama Rakyat regional Solo Raya di Pondok Pesantren Al-Quran Al-Barokah, Desa Gunting, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten, Sabtu sore, 13 Mei 2017.

    Baca juga: Pilgub Jateng 2018, Marwan Jafar Janji Tidak Kerja Selfie

    Marwan mengatakan keterpurukan petani di Jawa Tengah terlihat dari penurunan nilai tukar petani (NTP). Pada awal April lalu, melalui situs https://jateng.bps.go.id, Badan Pusat Statistik Jawa Tengah melansir data NTP provinsi pada Maret 2017 mengalami penurunan dari posisi 98,02 menjadi 97,50 (turun 0,53 persen). Penurunan NTP terjadi karena perubahan indeks harga yang diterima petani lebih rendah dibandingkan dengan perubahan indeks harga yang dibayar petani.

    Menurut Marwan, penurunan NTP secara langsung berdampak pada menurunnya kesejahteraan petani. “Kalau NTP cuma 97 persen, ini belum impas dengan biaya operasional yang dikeluarkan petani. Seharusnya, minimal 100 persen,” ujarnya.

    Pada masa kepemimpinan Bibit Waluyo, Gubernur Jawa Tengah periode 2008-2013, Marwan berujar NTP Jawa Tengah sempat mencapai 106 persen. Agar indeks tukar petani kembali menguat, Marwan berujar pemerintah mesti berpihak pada petani mulai tingkat kebijakan hingga penganggaran. “Jawa Tengah adalah lumbung pangan nasional. Petaninya harus diproteksi,” ucapnya.

    Meski di Jawa Tengah sudah ada program Kartu Tani, yang diluncurkan Gubernur Ganjar Pranowo untuk mengontrol penjualan pupuk bersubsidi, Marwan mengatakan program itu harus dievaluasi lagi. “Apakah sudah efektif dan maksimal dalam melindungi petani? Karena kebijakan itu tidak hanya pencitraan. Butuh kerja nyata dan fakta, bukan hanya selfa-selfi,” katanya.

    Disinggung ihwal nasib petani gurem yang kepemilikan lahannya di bawah satu hektare serta masifnya alih fungsi lahan pertanian menjadi perumahan, Marwan berjanji akan membuka lahan-lahan pertanian baru di Jawa Tengah. ”Rencana tata ruang wilayah juga harus disesuaikan. Kebijakan harus diimplementasikan secara tegas dan nyata, bukan sekadar kebijakan di atas kertas. Kuncinya di situ,” tuturnya.

    Ketua tim pemenangan Marwan Jafar, Sukirman, optimistis calon gubernur yang diusung partainya bakal memenangi pilkada 2018. “Kami sudah bekerja sejak dini saat calon-calon lain belum (diusung). Mesin politik kami sudah sangat solid sampai ke tingkat paling bawah,” kata Sukirman, yang juga Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah dari Fraksi PKB.

    DINDA LEO LISTY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.