Ade Komarudin Dukung Dedi Mulyadi Maju di Pilgub Jawa Barat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota DPR Ade Komarudin usai menjalani pemeriksaan di KPK sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi proyek E-KTP, Jumat, 3 Februari 2017. EKO SISWONO TOYUDHO

    Anggota DPR Ade Komarudin usai menjalani pemeriksaan di KPK sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi proyek E-KTP, Jumat, 3 Februari 2017. EKO SISWONO TOYUDHO

    TEMPO.CO, Purwakarta - Wakil Ketua Dewan Pembina DPP Partai Golkar, Ade Komarudin, menganggap Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi merupakan kader terbaik partai yang paling tepat untuk dicalonkan menjadi gubernur dalam kontestasi Pemilihan Gubernur Jawa Barat medio Juni 2018.

    "Soal kalah menang dalam pilkada itu soal lain. Tapi mencalonkan kader (pada pilgub Jawa Barat) adalah hal yang penting. Dan, Dedi Mulyadi adalah kader terbaik Golkar Jawa Barat," kata Akom, sapaan akrab Ade Komarudin, saat ditemui di sela kegiatan reses di Purwakarta, Kamis, 11 Mei 2017.

    Baca juga: Pilkada Jawa Barat, Hary Tanoe Berikan Sinyal Dukung Bupati Dedi

    Mantan Ketua DPR RI tersebut mengungkapkan, kekurangan dalam setiap figur kader itu sesuatu yang lumrah. "Setiap orang itu ada sisi bagus dan sisi tidak bagusnya, tidak ada yang sempurna. Karena kesempurnaan hanya milik Allah," ujar Akom yang juga putera asli daerah Purwakarta itu.

    Akom menyatakan, hasil survei yang sejauh ini menunjukkan tren kurang bagus sudah tidak relevan lagi dijadikan alasan untuk tidak meluluskan kader terbaik partai dalam kontestasi pilkada gubernur termasuk pilkada bupati dan wali kota. "Tentunya kader yang memiliki komitmen yang kuat, baik komitmen terhadap rakyat maupun komitmen tehadap partai. Saya pikir kaderlah yang memiliki komitmen yang kuat terhadap partai," kata Akom.

    Sejauh ini, DPP Partai Golkar belum menentukan siapa nama figur kader atau di luar kader partai yang akan digadang-gadang dalam Pilgub Jawa Barat 2018.

    Hasil Rapat Pimpinan Daerah Partai Golkar Jawa Barat yang berlangsung di Karawang dua pekan lalu, sudah menyorongkan nama Dedi untuk mendapatkan rekomendasi DPP Partai Golkar menjadi satu-satunya calon dari Golkar.

    Adapun Dedi masih menunggu hasil putusan DPP Partai Golkar tentang nasib pencalonannya tersebut. "Ya, masih nunggu lah. Sabar saja," ujarnya. Meski begitu, Dedi memelopori pembentukan Poros Jawa Barat yang bersindikasikan Golkar, Hanura, Partai Amanat Nasional dan direncanakan Partai Kebangkitan Bangsa juga akan menyuusul bergabung.

    NANANG SUTISNA.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Para Pencari Suaka Afganistan dan Data Sejak 2008

    Para pencari suaka Afganistan telantar di depan Kementerian BUMN di Jakarta pada Juli 2019. Sejak 2008, ada puluhan ribu pencari suaka di Indonesia.