Insiden Napi Kabur, Menteri Yasonna: Ada yang Bobrok di Sistem  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna H. Laoly (tengah) berdialog dengan tahanan di dalam Rumah Tahanan Klas IIB Kota Pekanbaru, Riau, 7 Mei 2017. MenkumHAM juga meminta Polri mengusut dugaan pungutan liar di Rutan Pekanbaru. ANTARA/Priyatno

    Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna H. Laoly (tengah) berdialog dengan tahanan di dalam Rumah Tahanan Klas IIB Kota Pekanbaru, Riau, 7 Mei 2017. MenkumHAM juga meminta Polri mengusut dugaan pungutan liar di Rutan Pekanbaru. ANTARA/Priyatno

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly mengungkapkan kekesalannya saat bertemu para kepala kantor wilayah Kemenkumham dan kepala divisi pemasyarakatan seluruh Indonesia. Yasonna mengungkapkan persoalan yang ditemukannya saat bertandang ke Rumah Tahanan Kelas II B Sialang Bungkuk di Pekanbaru, Riau.

    "Itu bukan soal pelarian (tahanan) saja. Persoalan itu membuka mata kita bahwa ada sesuatu yang sangat bobrok dalam sistem," kata Yasonna di Gedung Kemenkumham, Kuningan, Jakarta Pusat, Rabu, 10 Mei 2017.

    Yasonna mendengar ada perlakukan tak pantas pada warga binaan, bahkan dugaan pungutan liar yang melibatkan petugas rutan. Perlakuan yang disebutnya sebagai eksploitasi itu diduga sebagai pemicu napi kabur. Pekan lalu, 448 tahanan mendobrak pintu Rutan Sialang Bungkuk dan melarikan diri.

    Baca: Buntut Napi Pekanbaru Kabur, Kepala Kanwil Hukum dan HAM Dicopot

    "Wajar dia lari, wajar orang berusaha melepaskan diri dari neraka. Mereka sudah tak tahan lagi, sudah tak kuat," ujar dia.

    Yasonna tak menampik bahwa kurangnya kapasitas penjara masih menjadi persoalan. Namun Yasonna meminta jajarannya kreatif dan mencari jalan keluar.

    "Saya harap saudara buat langkah-langkah saat kembali ke tempat masing-masing. Petakan kondisinya (lapas dan rutan), kepadatannya, ada berapa narapidana, berapa yang bisa digeser, potensi konflik. Dilihat," tutur Yasonna.

    Baca: Polda Riau Periksa 12 Saksi Terkait Pungli di Rutan Pekanbaru

    Yasonna mengaku tak pandang bulu menindak jajaran yang tak becus melaksanakan tugas. Pencopotan pejabat Rutan kelas IIB Pekanbaru, termasuk kakanwil Riau, menjadi gambaran kekecewaan Yasonna terhadap pegawainya.

    "Saya punya integritas. Lihat bagaimana saya jadi dosen, orang kalau mencontek habis sama saya," ujar Yasonna dengan nada meninggi.

    Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu pun menyebutkan adanya pihak eksternal yang akan mengawasi kinerja pejabat divisi pemasyarakatan di daerah. Khusus soal pungli, pihak eksternal itu didukung tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) yang sudah dibentuk pemerintah.

    Baca: Kasus Napi Kabur, Menteri Yasonna Laoly Siapkan Surat Pemecatan

    "Hati-hati, saya minta eksternal juga (awasi). Jangan salahkan saya kalau ada operasi tangkap tangan," kata dia.

    YOHANES PASKALIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?