Menlu: Tidak Ada Keistimewaan Untuk Kunjungan Bush

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah tidak memberikan kesitimewaan dan pengamanan khusus untuk kunjungan Presiden Amerika Serikat, George W. Bush, ke Indonesia. Menteri Luar Negeri, Nur Hasan Wirajuda, mengatakan persiapan yang dilakukan saat ini hanya menyesuaikan dengan gangguan atau ancaman yang sudah diperkirakan sebelumnya."Bahwa (ada) perlakuan yang berbeda dengan tamu (negara) yang lain itu sah-sah saja," kata Hasan kepada wartawan usai sidang kabinet di Kantor Presiden, Senin (3/11).Kepala Badan Intelejen Negara, Sjamsir Siregar, menyatakan hingga kini tidak ada tanda-tanda ancaman teroris terhadap Bush saat berkunjung ke Indonesia. Sjamsir mengatakan, saat ini suasana cukup kondusif untuk kedatangan pemimpin negara adidaya tersebut namun pemerintah tetap akan menyiagakan pengamanan di titik-titik yang rawan ancaman gangguan keamanan.Penjagaan tersebut, kata dia, termasuk untuk mengantisipasi aksi unjuk rasa yang akan muncul. Sjamsir mengatakan, demontrasi terhadap Bush boleh dilakukan namun ia meminta agar tidak secara anarkis.Secara terpisah Kepala Kepolisian RI, Jenderal Sutanto, mengatakan pengamanan kunjungan Bush akan sepenuhnya ditangani oleh Kepolisian Daerah Jawa Barat dan Kepolisian Wilayah Bogor. Sutanto mengatakan, pihaknya tidak akan mengirimkan personil tambahan dari wilayah lain.OKTAMANDJAYA WIGUNA

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.