Risma Diusung Maju Pilgub Jawa Timur, Kader PDIP: Harus Realistis  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Selain itu Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Bupati Tapin Kalimantan Selatan Arifin Arpan, Bupati Malinau Kalimantan Utara Yansen Tipa Padan, Bupati Kulonprogo Daerah Istimewa Yogyakarta Hasto Wardoyo, dan Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Selain itu Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Bupati Tapin Kalimantan Selatan Arifin Arpan, Bupati Malinau Kalimantan Utara Yansen Tipa Padan, Bupati Kulonprogo Daerah Istimewa Yogyakarta Hasto Wardoyo, dan Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Probolinggo - Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Probolinggo Haris Nasution meminta kepada Pengurus Pusat PDIP untuk realistis terhadap pencalonan Tri Rismaharini menjadi bakal calon yang diusung dalam pemilihan Gubernur Jawa Timur. "Pilihannya Risma atau L2 (wakil gubernur). Harus realistis," kata Nasution dihubungi, Sabtu sore, 29 April 2017.

    Bukan bermaksud mengecilkan figur Tri Rismaharini, tapi Nasution meminta kepada DPP agar realistis. "Kalau mau mengambil gubernur, mau tidak mau ya Tri Risma, tetapi tetap harus hitung-hitungan dulu, karena bagaimanapun juga untuk wilayah Jawa Timur ini memiliki kekhususan, kaum Nahdliyin bagaimanapun juga suaranya besar," kata Nasution.

    Baca: Bursa Pilgub Jawa Timur 2018, Ada 6 Figur Diunggulkan DPD PDIP

    Dia mengatakan jika harus mengusung kader maka yang realistis adalah untuk posisi wakil gubernur. "L2 saja sebenarnya, kalau L1 (gubernur) DPC-DPC di Jawa Timur harus memberikan masukan yang realistis. Bagaimanapun juga suara Nahdliyin paling besar, dan itu fanatik. Karena itu, strategi politiknya seperti apa," ujar Nasution.

    Saat disinggung ihwal nama Djarot Saiful Hidayat untuk kandidat bakal calon gubernur dari PDIP, Nasution buru-buru memotong pertanyaan Tempo. "Kalau bisa jangan dulu lah, biar recovery dulu, kan masa baktinya sampai Oktober. Bagaimanapun juga PDIP ini tidak kekurangan kader. Banyak kader," ujarnya menambahkan.

    Baca: Bakal Dicalonkan di Pilkada Jawa Timur, Djarot: Enggak Mikirin

    Sebelumnya, pengamat politik dari Universitas Airlangga, Surabaya, Novri Susan, sebelumnya berpendapat, Djarot sangat berpeluang maju sebagai calon Wakil Gubernur Jawa Timur. Alasannya, Djarot adalah kader PDIP yang masih memiliki ikatan emosional dengan warga Jawa Timur. Apalagi Djarot pernah menjadi Wali Kota Blitar dua periode.

    Selain itu, keikutsertaan Djarot dalam pilkada DKI Jakarta turut mendongkrak tingkat popularitasnya secara nasional. Sehingga Novri menilai peluang Djarot terbuka lebar untuk dicalonkan oleh partainya di pilkada Jawa Timur.

    DAVID PRIYASIDHARTA

    Baca: Pilgub Jawa Timur, Gus Ipul Optimis PDIP Masih Kuat Mengakar


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Rencana Pendapatan dari Pajak 2019 BPRD DKI Jakarta

    Badan Pajak dan Retribusi Daerah DKI Jakarta menetapkan target pendapatan dari pajak sebesar Rp 44,18 triliun pada 2019. Berikut rincian target BPRD.