Patung Gajah Mada Sumpah Palapa Nyaris Raib di Bojonegoro

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung melintas di dekat patung Gajah Mada di kawasan air terjun Madakaripura di Lumbang, Probolinggo, Jawa Timur, Kamis( 9/5). Air terjun ini konon merupakan tempat bertapa patih Majapahit tersebut. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    Pengunjung melintas di dekat patung Gajah Mada di kawasan air terjun Madakaripura di Lumbang, Probolinggo, Jawa Timur, Kamis( 9/5). Air terjun ini konon merupakan tempat bertapa patih Majapahit tersebut. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    TEMPO.CO, Bojonegoro - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengamankan sebuah patung perunggu yang diperkirakan Patih Gajah Mada setinggi 30 centimeter dari seorang warga Desa Pajang, Kecamatan Kedungadem, Sugeng, 40.

    "Patung perunggu Patih Gajah Mada ini kami amankan dari seorang warga karena akan dijual keluar, sekitar tiga pekan lalu," kata Kepala Disbudpar Bojonegoro Amir Syahid, di Bojonegoro, Rabu 26 April 2017.

    Baca: Situs yang Dirusak di Mojokerto Diduga Bekas Permukiman Majapahit

    Patung perunggu Patih Gajah Mada itu berwujud posisi berdiri sambil mengangkat keris. Kini disimpan di ruang kerja Amir Syahid. Selain itu, di ruang kerja Amir Syahid, juga tersimpan sejumlah benda prasejarah juga purbakala antara lain, guci, fosil binatang purba yang diamankan dari warga dengan cara diberi imbalan jasa uang.

    "Patung ini menggambarkan Patih Gajah Mada secara simbolis menyampaikan Sumpah Palapa," ucapnya.

    Baca: Perusak Situs Majapahit Terancam 15 Tahun Penjara dan Denda 5 M

    Menurut dia, pengamanan benda purbala patung perunggu Patih Gajah Mada itu untuk menjaga agar tidak jatuh ke tangan kolektor. "Saya hanya mengamankan benda purbakala ini, sebab penting untuk catatan sejarah bahwa Bojonegoro pernah dilalui Patih Gajah Mada," tuturnya.

    Kepala Sie Budaya dan Kesenian Disbudpar Yanto Munyuk menjelaskan Sugeng menemukan patung perunggu Patih Gajahmada di kawasan hutan jati di Desa Tondomulo, di Kecamatan Kedungadem, sekitar tiga bulan lalu. Sugeng, kata Yanto, menemukan patung perunggu Patih Gajah Mada di semak-semak di tengah kawasan hutan jati di Desa Tondomulo, Kecamatan Kedungadem, karena kebiasaannya memang mencari benda purbakala di kawasan hutan.

    "Benda itu akan dijual kepada seorang kolektor dengan harga Rp 1,5 juta, tetapi saya larang kemudian saya minta diamankan dulu di Disbudpar," ucapnya.

    Baca: Gara-gara Mimpi, Wayan Temukan Benda Purbakala di Halamannya  

    Menurut Yanto, dibenarkan Arkeologi Dibuspar Nunung Dianawati, di kawasan hutan jati di wilayah selatan Bojonegoro banyak ditemukan benda prasejarah berupa batu andesit, mulai lumpang, tombak, juga lainnya. Selain itu, dia melanjutkan, juga banyak ditemukan benda purbakala berupa fosil binatang laut purba.

    Sebagian benda prasejarah juga benda purbakala yang ditemukan, menurut dia, banyak yang disimpan di desa-desa. Antara lain lumpang batu, juga lainnya, tetapi ada jua yang jatuh pemburu benda purbakala dari luar daerah.

    Baca: Arkeolog: Gunung Penanggungan Layak Jadi Situs Warisan Dunia

    "Benda prasejarah dan purbakala yang tersebar itu harus diverifikasi oleh ahlinya untuk memastikan nilai sejarahnya," tutur dia.

    ANTARA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Uji Praktik SIM dengan Sistem Elekronik atau e-Drives

    Ditlantas Polda Metro Jaya menerapkan uji praktik SIM dengan sistem baru, yaitu electronic driving test system atau disebut juga e-Drives.