Isra Miraj 2017, Setya Novanto Bicara Kondisi Bangsa Indonesia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua DPR Setya Novanto melambaikan tangan sembari tertawa usai mengikuti Rapat Paripurna di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, 15 Maret 2017. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Ketua DPR Setya Novanto melambaikan tangan sembari tertawa usai mengikuti Rapat Paripurna di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, 15 Maret 2017. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua DPR RI Setya Novanto mengimbau bangsa Indonesia untuk menjadikan peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW sebagai momentum memotivasi semangat bahwa pengorbanan kepentingan bangsa dan negara bernilai ibadah.

    "Seluruh bangsa Indonesia hendaknya dapat memaknai Isra dan Miraj Nabi Muhammad SAW sebagai perjuangan mendekatkan diri kepada Allah SWT, apapun profesinya," kata Setya Novanto melalui pernyataan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Senin 24 April 2017.

    Baca: Tradisi Perayaan Isra Miraj, Warga Pangkalpinang Gelar Nganggung

    Novanto menjelaskan, peristiwa Isra dan Miraj Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, lalu ke Sidratul Muntaha dikenal sebagai perjalanan suci. Bangsa Indonesia khususnya yang beragama Islam, menurut Setya Novanto, dapat mengambil teladan bahwa seberat apapun cobaan harus terus diperjuangkan sekaligus berserah diri kepada Allah SWT.

    "Serumit apapun cobaannya dalam hidup ini, harus kita hadapi dengan usaha semaksimal mungkin, dan tak lupa menyerahkan diri kepada Allah SWT, apapun hasilnya," tutur dia.

    Ketua Umum Partai Golkar ini menjelaskan, peristiwa Isra Miraj menunjukkan segala aktivitas harus selalu mengarah pada pengabdian kepada Allah SWT. Segala daya dan upaya dari setiap orang, kata dia, tidak akan berarti apa pun tanpa pertolongan dan petunjuk dari Allah SWT.

    Baca: Khofifah Peringati Isra Miraj Bersama Muslimat NU Jawa Timur

    Novanto melanjutkan, dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, setiap perjuangan membangun bangsa dan negara, juga harus berserah diri kepada Allah SWT.

    "Saat ini, bangsa Indonesia terus berjuang guna mewujudkan program dan kebijakan yang berpihak pada rakyat," katanya.

    Menurut dia, Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla melalui visi Nawacita menerbitkan kebijakan-kebijakan yang berpihak pada kepentingan rakyat. Novanto menyatakan guna mewujudkan visi Nawacita tersebut butuh perjuangan, kerja keras, dan pengorbanan, yang hasilnya dipasrahkan kepada Allah SWT.

    Simak juga: Orang Lebih Pilih Putus Cinta Daripada Kehilangan Ponsel, Kenapa?

    "Selamat memperingati Isra Miraj, semoga kita senantiasa berada dalam pertolongan dan petunjuk Allah SWT," katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Uji Praktik SIM dengan Sistem Elekronik atau e-Drives

    Ditlantas Polda Metro Jaya menerapkan uji praktik SIM dengan sistem baru, yaitu electronic driving test system atau disebut juga e-Drives.