Sidang Suap Pajak, Ajudan Dirjen Disebut Tahu Suap ke Handang  

Reporter

Tersangka OTT Ditjen Pajak, Handang Soekarno, mengenakan rompi tahanan seusai menjalani pemeriksaan, di Gedung KPK, Jakarta, 22 November 2016. Kasubdit Bukti Permulaan Direktorat Penegakan Hukum ini terjaring OTT pada Senin malam. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

TEMPO.CO, Jakarta - Jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi menduga duit suap yang diterima Handang Soekarno diketahui atau atas sepengetahuan Andreas Setiawan alias Gondres, ajudan Direktur Jenderal Pajak Ken Dwijugeastedi. Dugaan tersebut muncul dalam surat dakwaan Handang, yang dibacakan jaksa hari ini, Rabu, 12 April 2017.

Pada surat dakwaan itu, jaksa menyebutkan terdakwa yang menjabat Kepala Sub Direktorat Pemeriksaan Bukti Permulaan Direktorat Penegakan Hukum Direktorat Jenderal Pajak itu pernah berkomunikasi dengan Gondres pada 21 November 2016. Isi komunikasi itu mengungkapkan Gondres menunggu uang yang berasal dari Ramapanicker Rajamohanan Nair, penyuap Handang.

Baca: Syahrini Sengaja Disebut Handang dalam Sidang Suap Pajak, Namun...

Percakapan itu dimulai ketika terdakwa akan mengambil uang yang telah disiapkan Rajamohanan. Saat itu, Handang mengirim pesan kepada Gondres, yang mengatakan, "Saya izin ke arah Kemayoran, Mas, ngambil cetakan undangannya."

Gondres lalu menjawab akan menunggu uang itu di lantai lima kantor Direktorat Jenderal Pajak. "Siap saya stand by di lantai lima, Mas," katanya, seperti tertera dalam surat dakwaan.

Sekitar pukul 20.00 di hari yang sama, terdakwa mendatangi rumah Rajamohanan untuk mengambil uang US$ 148.500. Beberapa saat setelahnya, Gondres mengabari Handang bahwa ia sudah berpindah tempat ke restoran Monty's dan menyampaikan pesan, "Mhn ijin mas. Saya geser ke Monty’s nunggu bapak."

Baca: Kasus Suap Pajak, Rajamohanan Akui 5 Kali Temui Handang Soekarno

Pada sidang sebelumnya, Handang mengatakan ia hendak mengantarkan uang operasional kepada Gondres. Menurut dia, Gondres hanya meminjam uang. Namun ia tidak menjelaskan operasional apa yang dimaksud.

Hari ini, Rabu, 12 April 2017, Handang didakwa menerima suap dari Rajamohanan sebesar US$ 148 ribu atau sekitar Rp 1,9 miliar. Uang itu diberikan agar Handang membantu menyelesaikan sejumlah permasalahan pajak PT EK Prima Ekspor Indonesia yang dikelola Rajamohanan.

MAYA AYU PUSPITASARI






Kasus Korupsi Helikopter AW 101, KPK Akan Berkoordinasi dengan Panglima TNI Baru

36 menit lalu

Kasus Korupsi Helikopter AW 101, KPK Akan Berkoordinasi dengan Panglima TNI Baru

KPK menyebut akan mulai kembali penyidikan kasus korupsi pengadaan helikopter AW 101 setelah pelantikan panglima TNI Laksamana Yudo Margono


KPK Akan Tahan Tersangka Kasus Korupsi LNG Pertamina Akhir Tahun Ini

9 jam lalu

KPK Akan Tahan Tersangka Kasus Korupsi LNG Pertamina Akhir Tahun Ini

KPK menyatakan telah menetapkan enam tersangka dalam kasus korupsi LNG Pertamina.


Daftar Pemenang Anti Corruption Film Festival 2022, KPK Punya Harapan Besar

1 hari lalu

Daftar Pemenang Anti Corruption Film Festival 2022, KPK Punya Harapan Besar

Anti Corruption Film Festival atau ACFFEST 2022 mengangkat tema "Berawal Dari Kita, Bangkit dan Bergerak Bersama Lawan Korupsi".


KPK Agendakan Pemanggilan Ulang Hakim Gazalba Saleh

4 hari lalu

KPK Agendakan Pemanggilan Ulang Hakim Gazalba Saleh

Gazalba Saleh ditetapkan tersangka oleh KPK pada 28 November 2022. Ia menjadi tersangka atas dugaan penerimaan suap.


KPK Dalami Pengakuan Rektor Unila Nonaktif Karomani soal Mahasiswa Titipan Zulhas

4 hari lalu

KPK Dalami Pengakuan Rektor Unila Nonaktif Karomani soal Mahasiswa Titipan Zulhas

KPK akan mendalami nama-nama pejabat yang disebut oleh Rektor Unila nonaktif Karomani dalam persidangan dalam perkara suap penerimaan mahasiswa.


Soal Pengacara Lukas Enembe yang Kedapatan Menemui Sejumlah Saksi, Ini Kata KPK

4 hari lalu

Soal Pengacara Lukas Enembe yang Kedapatan Menemui Sejumlah Saksi, Ini Kata KPK

KPK menyatakan masih menelusuri peristiwa pertemuan kuasa hukum Lukas Enembe dengan sejumlah saksi.


Kabareskrim Agus Andrianto Dilaporkan ke KPK, Apa Koleksi Mobilnya

4 hari lalu

Kabareskrim Agus Andrianto Dilaporkan ke KPK, Apa Koleksi Mobilnya

Dalam LHKPN, Kabareskrim Komjen Agus Andrianto memilki 1 mobil pada 2011 dan memiliki 2 mobil di LHKPN 2008.


Saksi Sebut Mardani Maming Paksa Pengalihan IUP Batubara

4 hari lalu

Saksi Sebut Mardani Maming Paksa Pengalihan IUP Batubara

Terdakwa kasus gratifikasi perizinan tamba Mardani Maming memaksa eks Kadis Pertandingan dan Energi untuk memproses pengalihan IUP dari BKPL ke PCN.


KPK Bakal Dalami Sejumlah Pejabat Titipkan Calon Maba di Unila

4 hari lalu

KPK Bakal Dalami Sejumlah Pejabat Titipkan Calon Maba di Unila

Karomani menyebut nama Zulkifli Hasan ikut menitipkan seseorang untuk dimasukkan sebagai mahasiswa Fakultas Kedokteran Unila.


Pelapor Kabareskrim Komjen Agus Andrianto ke KPK Serahkan Alat Bukti Ini

5 hari lalu

Pelapor Kabareskrim Komjen Agus Andrianto ke KPK Serahkan Alat Bukti Ini

Pelapor Kabareskrim Komjen Agus Andrianto ke KPK membawa sejumlah alat bukti.