Megawati: Saya Sebetulnya Pensiun Tahun Lalu  

Reporter

Ketum PDI P, Megawati Soekarnoputri meneriakkan salam kebangsaan ketika menyampaikan pidato politiknya pada acara HUT ke-44 PDI Perjuangan di JCC, Senayan, Jakarta, 10 Januari 2017. ANTARA/Widodo S. Jusuf

TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Presiden RI ke-5 sekaligus Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, mengatakan seharusnya dia pensiun sejak tahun lalu. Megawati mengeluarkan pernyataan tersebut saat memberi arahan dalam rangka HUT ke-17 Banteng Muda Indonesia (BMI) di Menteng, Jakarta.

"Orang bilang masa Bu Mega terus jadi ketua umum. Saya sebetulnya (harusnya) pensiun tahun lalu karena tidak mudah memimpin di Republik ini (Indonesia)," kata Megawati kepada anggota BMI yang hadir, Kamis, 30 Maret 2017.

Baca juga:
Megawati Dilaporkan ke Polisi karena Pidatonya di HUT PDIP

Megawati juga mengutarakan Indonesia sudah berubah ketika ditinggalkan Bung Karno, ayahnya. Dalam ucapannya tersebut, Megawati mengungkapkan perubahan Indonesia yang semakin buruk. "Ada suasana agak gak jelas warnanya," kata Megawati.

Megawati pun sempat membahas Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, inkumben yang maju menjadi calon Gubernur DKI Jakarta yang diusung PDIP. Sambil bercanda, Megawati menirukan nasihatnya untuk Ahok.

"Sama Pak Ahok, saya bilang sudahlah jangan cerewet kamu, kan sekarang kena TV. Kamu bilang kulo nuwun, nuwun sewu ya minta maaf kalau sebelum ngomong," ujar Megawati.

Maksudnya, Megawati memberi nasihat supaya Ahok lebih berhati-hati dalam bicara. Dia memberi contoh nuwun sewu dan kulo nuwun yang dalam bahasa Jawa berarti permisi, minta izin, dan minta maaf sebelum melakukan sesuatu.

BENEDICTA ALVINTA | S. DIAN ANDRYANTO

Silakan baca:
Di Depan Jokowi-JK, Mega: Anak PDIP Nakal-nakal, tapi...






Mundur dari Ketua DPW PSI Jakarta, Michael Victor Sianipar Singgung Soal Prinsip Politik

3 hari lalu

Mundur dari Ketua DPW PSI Jakarta, Michael Victor Sianipar Singgung Soal Prinsip Politik

Michael Victor Sianipar menyatakan alasannya mundur dari Ketua DPW PSI DKI Jakarta salah satunya adalah soal prinsip politiknya.


Hari Ini 47 Tahun Suriname, Tak Jauh dari Brasil Mengapa Terasa Dekat Indonesia?

14 hari lalu

Hari Ini 47 Tahun Suriname, Tak Jauh dari Brasil Mengapa Terasa Dekat Indonesia?

Hari ini, 25 November adalah hari kemerdekaan Suriname dari Belanda. Mengapa dekat Indonesia, meskipun posisinya tak jauh dari Brasil.


Perludem Sebut Tak Mudah Buktikan Kasus Suap Politik

18 hari lalu

Perludem Sebut Tak Mudah Buktikan Kasus Suap Politik

Perludem menyebut tak mudah mengusut kasus suap politik. Dulu sempat viral soal dugaan suap di Pemilu 2019, tapi isu itu menguap.


Poros 98 Minta Percayakan ke Partai Politik Tentukan Calon Presiden di Pilpres 2024

21 hari lalu

Poros 98 Minta Percayakan ke Partai Politik Tentukan Calon Presiden di Pilpres 2024

Deklarasi calon presiden yang dilakukan partai politik sebagai jalan masyarakat untuk menentukan calon pemimpin negara pada Pilpres 2024.


Daftar Usulan Dana Hibah Parpol DKI Jakarta: PDIP Rp10 Miliar, PKS Rp6,87 Miliar & PSI Rp3 Miliar

23 hari lalu

Daftar Usulan Dana Hibah Parpol DKI Jakarta: PDIP Rp10 Miliar, PKS Rp6,87 Miliar & PSI Rp3 Miliar

DKI Jakarta mengusulkan dana hibah untuk 10 partai politik di Ibu Kota naik pada tahun 2023, yang dihitung per suara menjadi Rp7.500.


Eddy Soeparno: Muhammadiyah Tak Perlu Berpolitik, Aspirasinya Titipkan ke PAN

23 hari lalu

Eddy Soeparno: Muhammadiyah Tak Perlu Berpolitik, Aspirasinya Titipkan ke PAN

Dari dulu Muhammadiyah tidak perlu ikut dalam partai politik, tidak perlu berpolitik praktis. Aspirasi politik bisa dititipkan ke parpol seperti PAN


DKI Usul Dana Hibah 10 Partai 2023 Naik Jadi Rp 40,88 Miliar, PDIP yang Terbanyak

24 hari lalu

DKI Usul Dana Hibah 10 Partai 2023 Naik Jadi Rp 40,88 Miliar, PDIP yang Terbanyak

Pemberian dana hibah ini mengacu pada jumlah suara yang dimiliki setiap partai politik.


DKI Usulkan Dana Hibah Partai Naik dari Rp 5 ribu Jadi Rp 7.500 per Suara

24 hari lalu

DKI Usulkan Dana Hibah Partai Naik dari Rp 5 ribu Jadi Rp 7.500 per Suara

Pemerintah DKI Jakarta mengusulkan dana hibah 10 partai politik di Ibu Kota naik tahun depan.


Relawan Deklarasi Dukungan Capres 2024, Moeldoko: Saya Hormati Inisiatif Mereka

26 hari lalu

Relawan Deklarasi Dukungan Capres 2024, Moeldoko: Saya Hormati Inisiatif Mereka

27 relawan organisasi yang tergabung dalam ASM berencana menggelar deklarasi untuk mendukung Moeldoko sebagai Capres 2024


PKB Tunjuk 6 Jubir Muda untuk Gaet Pemilih Milenial

27 hari lalu

PKB Tunjuk 6 Jubir Muda untuk Gaet Pemilih Milenial

Indonesia memiliki bonus demografi. Keberadaan jubir muda merupakan langkah PKB mendekatkan diri dengan kebutuhan kaum milenial.