Kisruh PAW Partai Demokrat, Petinggi Partai Ikut Tergugat Ambar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ribuan kader partai Demokrat hadir dalam Dies Natalis ke-15 Partai Demokrat di JCC, Senayan. Dalam acara ini Ketua Umum Susilo Bambang Yudhoyono akan memberikan pidatonya. Selasa, 7 Februari 2017. TEMPO/Ahmad Faiz.

    Ribuan kader partai Demokrat hadir dalam Dies Natalis ke-15 Partai Demokrat di JCC, Senayan. Dalam acara ini Ketua Umum Susilo Bambang Yudhoyono akan memberikan pidatonya. Selasa, 7 Februari 2017. TEMPO/Ahmad Faiz.

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Partai Demokrat Ambar Tjahyono menggugat Roy Suryo Notodiprojo, wakil ketua umum  partai itu ke pengadilan. Gara-garanya, proses pergantian antar waktu (PAW) Ambar tidak sesuai dengan Undang-undang MD3 dan tidak ada penjelasn kepada yang bersangkutan dan keluarga. 

    Tidak hanya Roy yang digugat tetapi Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dan Sekretaris Jenderal Hinca Panjaitan juga digugat. Ikut tergugat adalah Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Ketua DPR. Gugatan diajukan dan sudah berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Gugatak kepada KPU juga diajukan ke Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta.

    Roy menyatakan keputusan PAW terhadap Ambar Polah, panggilan akrab Ambar diambil Partai Demokrat berdasarkan rekomendasi dari mahkamah partai yang dikomandoi Amir Syamsuddin. Ia hanya menjalankan tugas dari partai saja.

    Baca : Kisruh PAW Partai Demokrat, Ambar Tjahjono Gugat Roy Suryo

    "Keputusan bersifat final dan bundling, jadi kalau mau mempertanyakan sebenarnya ke beliau-beliau itu, saya sekedar menjalankan tugas saja," kata Roy saat dikonfirmasi, Rabu, 29 Maret 2017.

    Ia justru menyinggung eksistensi Ambar sebagai wakil rakyat. Sebab, selama dua tahun enam bulan sejak dilantik tidak secara aktif di DPR maupun hadir secara fisik di konstituen.

    "Warga Yogyakarta justru merasa dirugikan," kata Roy.

    Sidang pertama gugatan kepada Roy akan digelar di Pengadilan Negeri Sleman, Kamis, 30 Maret 2017. Namun, ia mengaku baru menerima surat panggilan untuk hadir dalam sidang pada Selasa, 28 Maret 2017.

    "Saya tahu ada surat panggilan pertama saat hari Nyepi. Karena saya hari-hari ini masih harus menjalankan tugas yang lebih besar di Jakarta, maka saya telah menunjuk kuasa hukum untuk mewakili," kara dia.

    Ia berjanji, saat mediasi akan hadir. Karena untuk mediasi harus didatangi oleh tergugat. 

    Soal tidak ada kontribusi di DPR dan partai, Wakil Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrat Daerah Istimewa Yogyakarta Mirwan Syamsuddin Syukur membantah Roy. Ambar Polah masih aktif berkontribusi kepada DPR, partai maupun kepada konstituen.

    Simak : Rencana Aksi 313, Wiranto: Boleh Saja, Asalkan...

    "Meskipun sakit, dia aktif. Warga Parrai Demokrat tetap menginginkan pak Ambar sebagai anggota Dewan," kata Mirwan.

    Ia juga menyatakan, Ambar sakit atau sehat tetap saja akan dirong-rong. Sejak terpilih menjadi anggota dewan, gangguan dari orang se partainya twrus dilakukan. 

    Saat pemilihan umum legislatif 2014, Ambar mendapatkan suara 38.152. Sedangkan Roy mendapatkan suara 28.144 suara untuk menjadi anggota DPR dari daerah pemilihan Daerah Istimewa Yogyakarta. 

    Istri Ambar, Mursupriyani menyatakan, pihak keluarga tidak diberitahu secara resmi soal PAW. Bahkan surat pemberitahuan hanya fotokopian dan dilerakkan di pintu ruang kerja Ambar. Tidak diketahui siapa yang mengirimkannya.

    "Pak Ambar didholimi, ini juga membuat dia sakit," kata dia.

    MUH SYAIFULLAH 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kombatan ISIS asal Indonesia yang Terdeteksi di Suriah dan Irak

    Pada 2017, BNPT memperkirakan seribu lebih WNI tergabung dengan ISIS. Kini, kombatan asal Indonesia itu terdeteksi terserak di Irak dan Suriah.