Fadli Zon Usul Esemka untuk Presiden, Luhut: Kamu Aja yang Naik

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menghadiri acara Coffee Morning di Gedung Badan Pengkajian dan Pengembangan Teknologi (BPPT), Jakarta, 24 Maret 2017. TEMPO/Destrianita

    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menghadiri acara Coffee Morning di Gedung Badan Pengkajian dan Pengembangan Teknologi (BPPT), Jakarta, 24 Maret 2017. TEMPO/Destrianita

    TEMPO.CO, Jakarta -  Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan, hari ini menggelar bincang santai bersama wartawan di Gedung Badan Penelitian dan Pengembangan Teknologi dalam acara bertajuk Coffee Morning.

    Acara itu menjadi kesempatan bagi awak media untuk bertanya tentang isu-isu terkini yang sedang berkembang dan ditangani pemerintah. Mulai dari polemik ojek online, perkembangan terakhir kerusakan konservasi di raja ampat, hingga mobil kepresidenan yang sering mogok.

    Baca: Mobil Presiden Jokowi Ternyata Bisa Mogok Juga

    Saat wartawan diberi kesempatan bertanya, salah satu media online bertanya kepada Luhut tentang kemungkinan mengganti mobil kepresidenan Mercedes-Benz S600 dengan mobil yang sempat populer sebagai kendaraan Presiden Joko Widodo semasa masih menjabat sebagai Walikota Solo, mobil Esemka. Usul ini dilontarkan Wakil Ketua DPR Fadli Zon baru-baru ini.

    “Kalau Mobil Esemka, kamu aja yang naik. Jangan suruh Presiden-nya naik. Ntar remnya blong lagi,” ujar Luhut di Gedung BPPT, Jumat, 24 Maret 2017. Sontak peserta coffee morning yang hadir tertawa mendengar jawaban Luhut.

    Baca: Meski Kerap Mogok, Pratikno: Jokowi Selalu Menolak Mobil Baru

    Menurut Luhut, pemerintah tidak sembarangan dalam menentukan mobil kepresidenan. Ada beberapa aturan standar termasuk keamanan yang harus dipenuhi karena mobil kepresiden harus mampu mengamankan kepala negara.

    “Saya kira negosiasi mengenai itu enggak bisa. Harus ada keharusan, ada SOP dengan Paspampres. Tapi kalau beberapa waktu ke depan, berkembang, Esemkanya udah bagus, kenapa enggak,” tutur Luhut.

    Nama Mobil Esemka kembali muncul menyusul pemberitaan mobil kepresidenan yang kerap mogok. Terakhir, Terakhir, Mercedes-Benz S 600 kepresidenan mogok saat melakukan kunjungan kerja di Kalimantan Barat pada Sabtu pekan lalu, 18 Maret 2017. Setidaknya empat kali mobil Presiden mogok.

    Sebelumnya Kepala Sekretariat Presiden, Darmansjah Djumala, menjelaskan sebenarnya jumlah mobil kepresidenan ada delapan. Namun satu mobil masih dipinjamkan ke Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono. Dia mengatakan satu mobil dipinjamkan ke SBY karena pada saat serah terima jabatan ke Jokowi pada 20 Oktober 2014, SBY masih butuh mobil.

    Menanggapi mobil yang dipinjam itu, Menteri Luhut mengaku tidak ingin ambil pusing karena Presiden sendiri tidak pernah mempermasalahkan mobil kepresidenannya. “Kalau urusan pinjam meminjam mobil, ya, enggak papa. Itu enggak usah diisukan lagi. Presiden aja enggak nanya-nanya. Selalu ada back-up mobil presiden,” kata Luhut.

    DESTRIANITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.