KPK Tunggu Fakta Baru Suap Pajak, Bagaimana Ipar Jokowi?  

Reporter

Febri Diansyah, Kepala Biro Humas KPK. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi, Febri Diansyah, mengatakan dugaan suap Kepala Subdirektorat Bukti Permulaan Penegakan Hukum Direktorat Jenderal Pajak Handang Soekarno masih dalam proses penyidikan. KPK masih akan memeriksa beberapa saksi untuk Handang.

"Masih proses penyidikan, kami masih memperdalam saksi-saksi. Kami harap masih bisa mendapatkan informasi yang lebih lengkap dan solid ketika HS dilimpahkan ke persidangan," ucap Febri di KPK, Jakarta, Senin, 13 Maret 2017. Meski begitu, ia enggan menyebutkan saksi yang akan diperiksa nanti.

Baca juga:
Suap Pajak, KPK: Adik Ipar Jokowi Bisa Dihadirkan ...
Kasus Suap Pajak, Dari Ancaman Sampai Sebut Nama Ipar Jokowi

Handang menjadi tersangka dalam dugaan suap oleh PT EK Prima Ekspor Indonesia. Direktur PT EKP Ramapanicker Rajamohan Nair juga telah menjadi terdakwa dalam kasus suap untuk menghapus tunggakan pajak perusahaannya. Handang diduga disuap senilai US$ 148.500 atau sekitar Rp 1,99 miliar dari Rp 6 miliar yang dijanjikan.

Selain itu, Febri menuturkan pihaknya masih menelaah saksi yang telah dihadirkan dalam persidangan Rajamohan. Ia juga membuka kemungkinan adanya fakta baru yang terungkap di persidangan. "Jika masih dibutuhkan saksi dan masih ada rentang waktu yang memungkinkan, kami akan panggil lagi," ucap Febri.

Dalam dakwaan Rajamohan, muncul nama Arif Budi Sulistyo, adik ipar Presiden Joko Widodo. Penyidik KPK memeriksa Arif pada pertengahan Januari lalu. Namun namanya tak dicantumkan dalam jadwal pemeriksaan, seperti lazimnya saksi-saksi lain yang dipanggil lembaga itu.

Identitas Arif, yang juga Direktur Operasional PT Rakabu Sejahtera, tak disebutkan dalam dakwaan. Namanya muncul dalam kronologi ketika Rajamohan meminta tolong untuk menyelesaikan masalah pajak.

ARKHELAUS W. | MAYA AYU P.







Firli Bahuri Sebut Uang Suap Bupati Bangkalan Digunakan untuk Jasa Survei Elektabilitas

8 menit lalu

Firli Bahuri Sebut Uang Suap Bupati Bangkalan Digunakan untuk Jasa Survei Elektabilitas

Uang suap yang diterima Bupati Bangkalan Abdul Latif Imron menurut Ketua KPK Firli Bahuri digunakan untuk kepentingan pribadi.


4 Fakta Kasus Suap Lelang Jabatan yang Menyeret Bupati Bangkalan

4 jam lalu

4 Fakta Kasus Suap Lelang Jabatan yang Menyeret Bupati Bangkalan

Bupati Bangkalan ditahan oleh KPK, Kamis dini hari, 8 Desember 2022, pukul 00.05 WIB.


Firli Bicara Kasus Formula E: KPK Tak Pernah Targetkan Seseorang Jadi Tersangka

5 jam lalu

Firli Bicara Kasus Formula E: KPK Tak Pernah Targetkan Seseorang Jadi Tersangka

Kasus Formula E menjerat eks Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.


Lukas Enembe Minta Dirawat di Luar Negeri, KPK: Harus Dirujuk RSCM atau RSPAD

6 jam lalu

Lukas Enembe Minta Dirawat di Luar Negeri, KPK: Harus Dirujuk RSCM atau RSPAD

Lukas Enembe terjerat kasus suap pemberian izin sejumlah proyek pembangunan infrastruktur di Papua.


Jadi Tersangka Suap Lelang Jabatan, Bupati Bangkalan Ditahan di Rutan KPK

8 jam lalu

Jadi Tersangka Suap Lelang Jabatan, Bupati Bangkalan Ditahan di Rutan KPK

Firli menjelaskan Bupati Bangkalan menerima uang suap Rp 5,3 miliar dalam kasus tersebut. Uang itu digunakan untuk keperluan pribadi.


Bupati Bangkalan Resmi Jadi Tersangka Kasus Suap Lelang Jabatan

8 jam lalu

Bupati Bangkalan Resmi Jadi Tersangka Kasus Suap Lelang Jabatan

Bupati Bangkalan terjerat dalam kasus suap lelang jabatan. Dia ditahan KPK setelah menjalani pemeriksaan di Polda Jawa Timur.


Tiba di KPK, Bupati Bangkalan Bawa Koper Berwarna Silver

9 jam lalu

Tiba di KPK, Bupati Bangkalan Bawa Koper Berwarna Silver

KPK resmi menahan Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron dan lima tersangka kasus suap lelang jabatan di Pemerintahan Kabupaten Bangkalan.


KPK Tahan Bupati Bangkalan dalam Kasus Korupsi Lelang Jabatan

14 jam lalu

KPK Tahan Bupati Bangkalan dalam Kasus Korupsi Lelang Jabatan

KPK memastikan telah menahan para tersangka korupsi lelang jabatan di Pemkab Bangkalan. Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron termasuk di dalamnya.


Kasus Korupsi Helikopter AW 101, KPK Akan Berkoordinasi dengan Panglima TNI Baru

2 hari lalu

Kasus Korupsi Helikopter AW 101, KPK Akan Berkoordinasi dengan Panglima TNI Baru

KPK menyebut akan mulai kembali penyidikan kasus korupsi pengadaan helikopter AW 101 setelah pelantikan panglima TNI Laksamana Yudo Margono


KPK Akan Tahan Tersangka Kasus Korupsi LNG Pertamina Akhir Tahun Ini

2 hari lalu

KPK Akan Tahan Tersangka Kasus Korupsi LNG Pertamina Akhir Tahun Ini

KPK menyatakan telah menetapkan enam tersangka dalam kasus korupsi LNG Pertamina.