Kasus Diksar Mapala UII, Tersangka Jalani Rekonstruksi Pekan Depan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi lakukan olah tkp kasus mapala uii di watu lumbung, tempat diksar mapala uii, kamis 26 januari 2017. TEMPo/Ahmad Rafiq

    Polisi lakukan olah tkp kasus mapala uii di watu lumbung, tempat diksar mapala uii, kamis 26 januari 2017. TEMPo/Ahmad Rafiq

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Resor Karanganyar memastikan bakal menggelar rekonstruksi kasus Pendidikan Dasar TGC XXXVII Mapala Universitas Islam Indonesia pada Senin pekan depan. Rekonstruksi akan digelar di lereng Gunung Lawu sebagai lokasi penyelenggaraan acara.

    Menurut Kepala Polres Karanganyar Ajun Komisaris Besar Ade Safri Simanjuntak, rekonstruksi digelar atas petunjuk kejaksaan. "Untuk melengkapi berkas perkara saat penuntutan," katanya, Rabu, 8 Maret 2017.

    Berkas kasus yang menyebabkan tiga peserta tewas itu telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Karanganyar pada pertengahan Februari lalu. Namun kejaksaan masih mengembalikan berkas tersebut lantaran dianggap kurang lengkap.

    Baca: Kasus Mapala UII, Polisi: Panitia Berupaya Hilangkan Bukti

    "Kami sudah melengkapi dengan memeriksa ulang beberapa saksi," ucapnya. Saksi yang telah diperiksa kembali adalah semua peserta diksar dan sebelas anggota panitia. "Mereka mendatangi panggilan pemeriksaan dengan diantar pihak rektorat," ujarnya.

    Sebagai langkah tambahan, pihaknya juga akan menggelar rekonstruksi kejadian itu. "Rekonstruksi dilakukan untuk mengetahui situasi dan kondisi semirip mungkin dengan kejadian sebenarnya," tuturnya.

    Menurut Ade, pihaknya akan melibatkan semua peserta serta seluruh panitia diksar dalam rekonstruksi itu. "Sedangkan tiga korban akan diperankan pengganti," katanya.

    Rekonstruksi itu akan digelar di lokasi penyelenggaraan diksar. "Ada beberapa titik," ucapnya. Kegiatan itu akan dilakukan di salah satu rumah warga yang menjadi posko utama, lapangan pemberangkatan, lapangan kegiatan, serta lokasi latihan panjat tebing di kawasan Watu Lumbung.

    Simak: Kasus Diksar Mapala UII, 2 Tersangka Dianggap Tertutup

    Sebelumnya, tiga peserta diksar mapala itu meninggal dunia. Mereka adalah Muhammad Fadli, 20 tahun, dari Batam; Syaits Asyam (20) dari Sleman; dan Ilham Nurpadmy Listia Adi (20) dari Lombok Timur.

    Ketiganya adalah mahasiswa UII angkatan 2015. Pemeriksaan di Rumah Sakit Bethesda, Yogyakarta, menemukan sejumlah luka luar dan dalam pada tubuh almarhum Asyam dan Ilham.

    Sebanyak 37 peserta yang mengikuti diksar di lereng Gunung Lawu, Desa Tlogodlingo, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, itu terdiri atas 34 laki-laki dan tiga perempuan. Peserta dibagi menjadi lima regu, masing-masing didampingi tiga instruktur operasional.

    AHMAD RAFIQ

    Baca juga: Sosialisasi Revisi UU KPK, Fadli Zon Bantah Terkait Kasus E-KTP



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?