Raja Salman Bertemu Megawati dan Puan, Bicara Soal Ranjang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi mempertemukan Puan Maharani dan Megawati dengan Raja Salman di Istana Kepresidenan (Dok: Istana Kepresidenan)

    Presiden Jokowi mempertemukan Puan Maharani dan Megawati dengan Raja Salman di Istana Kepresidenan (Dok: Istana Kepresidenan)

    TEMPO.CO, Jakarta - Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud bertemu dengan anak dan cucu Presiden Sukarno, Megawati dan Puan Maharani, dalam kunjungan di Istana Kepresidenan, Kamis, 1 Maret 2017. Pertemuannya berjalan santai, salah satu bahasannya soal ranjang.

    "Pertemuan itu berlangsung selama kurang-lebih 15 menit di Istana Merdeka," ujar Kepala Biro Pers Istana Kepresidenan Bey Machmudin dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 1 Maret.

    Baca:  Lihat Foto Wefie Raja Salman, Mega, Puan dan Jokowi

    Raja Salman Puji Moto Kerja Kerja Kerja Jokowi

    Bey mengatakan Megawati, Puan Maharani, dan Raja Salman membicarakan berbagai hal dalam pertemuan singkat itu. Namun yang unik, kata Bey, adalah pembicaraan soal ranjang.

    Pembicaraan soal ranjang itu, lebih jelasnya, perihal ranjang yang dibuatkan Sukarno untuk Raja Arab Saudi. Puan Maharani bercerita kepada Raja Salman bahwa kakeknya pernah membuatkan tempat tidur khusus untuk raja Arab Saudi

    Baca: Raja Salman Tanyakan Cucu Bung Karno, Puan Maharani Mendekat

    Ranjang khusus itu dibuat, kata Puan Maharani, karena Raja Arab Saudi umumnya berukuran besar dan tidak ada ranjang di Indonesia yang cukup untuk mereka. Oleh karenanya, Sukarno selaku arsitek langsung membuat ranjang khusus dengan panjang sekitar dua meter.

    "Sekarang tempat tidur itu ada di Istana Bogor," ujar Puan yang tidak ingat siapa Raja Arab Saudi yang pernah memakai ranjang itu. Apabila mengikuti urutan masa pemerintah raja-raja Arab Saudi, raja yang disambut Sukarno itu adalah Raja Saud bin Abdulaziz.

    ISTMAN M.P.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.