Rusuh Lapas Jambi, Ini Sejumlah Bangunan yang Ludes Terbakar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Kualatungkal setelah terjadi kerusuhan di Tanjung Jabung Barat, Jambi, Minggu (20/1). Sejumlah narapidana mengamuk dan membakar beberapa fasilitas di lapas tersebut setelah terjadinya pelarian 56 napi. ANTARA/HO

    Suasana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Kualatungkal setelah terjadi kerusuhan di Tanjung Jabung Barat, Jambi, Minggu (20/1). Sejumlah narapidana mengamuk dan membakar beberapa fasilitas di lapas tersebut setelah terjadinya pelarian 56 napi. ANTARA/HO

    TEMPO.CO, Jambi - Tujuh orang korban luka akibat kerusuhan di dalam Lapas Klas II A Jambi yang terjadi Rabu 1 Maret 2017 malam. Para napi membakar gedung aula, sel tahanan narapidana wanita dan kantin koperasi yang ada di dalamnya, namun tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu.

    Kapolda Jambi Brigjen Pol Yazid Fanani bersama Kakanwil Kemenkumham Jambi Bambang Palasara, usai mengamankan kericuhan di lapas, kepada wartawan Kamis, 2 Maret 2017, mengatakan situasi sudah bisa dikendalikan dan para napi juga tidak ada yang melarikan diri.

    "Ada gedung aula atau ruangan pertemuan, kantin koperasi yang ada di dalam lapas habis terbakar akibat kerucihan yang dilakukan para napi, namun kini api berhasil dipadamkan tim pemadam kebakaran setelah bekerja selama lima jam lebih," kata Yazid Fanani, Kamis, 2 Maret 2017.

    Baca : Rusuh Lapas Jambi, 60 Persen Napi Narkoba dan Over Kapasitas

    Tujuh orang korban luka yang harus dievakuasi dari dalam lapas dan dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis.

    Ketujuh korban luka itu di antaranya ada satu anggota polisi dan enam orang narapidana yang mengalami luka di bagian kaki dan dada dan kini mereka dirawat di salah satu rumah sakit di Jambi.

    Kakanwil Kemenkumham Jambi, Bambang Palasara mengakui aksi kericuhan di lapas akibat dari akan diadakannya razia narkoba malam hari dan mereka menolak sehingga timbul kericuhan itu.

    Selanjutnya napi melakukan perlawanan, karena jumlah petugas tidak berimbang, selanjutnya pada Rabu, 1 Maret 2017, pukul 20.30 WiB napi membakar gedung koperasi Lapas, aula, kantin dan blok khusus wanita.

    Napi wanita sejumlah 85 orang telah di evakuasi ke imigrasi Jambi dan pada pukul 23.00 WIB, napi masih melakukan perlawanan terhadap petugas dan personil gabungan Brimob, Dalmas Polda, Polresta dan TNI telah bersiaga.

    Situasi yang tidak kondusif saat itu membuat para napi melakukan perlawanan sehingga ada beberapa tahanan yang luka-luka dan ada juga yang dilumpuhkan dengan tembakan peluru karet karena melawan petugas dan melakukan pengeruskan sarana lapas.

    Simak : Rusuh Lapas Jambi, Begini Terdengar Beberapa Kali Suara Tembakan

    Sekitar pukul 00.10 WIB dilaksanakan dialog antara perwakilan napi berjumlah 20 orang dengan Kalapas, Kakanwil Kekemkumham, Kapolda Jambi, Danrem, Sekda Prov Jambi, Kapolresta Jambi, dan Walikota Jambi.

    Dalam dialog perwakilan napi memberi tuntutan diantaranya mereka tidak mau menerima razia yang dilaksanakan pada malam hari karena takut terhadap penyusup dari luar personil lapas.

    Beberapa jam ksmudian dialog berakhir dan selama dialog berlangsung situasi berjalan aman kondusif dan jumlah personel Polri yang dari Sabhara Polda Jambi, Sabhara Polresta Jambi dan TNI yang dilibatkan dalam penanggulngan kerusuhan ini berjumlah 600 orang.

    ANTARA

    Baca juga : Raja Salman ke Parlemen, Setjen DPR Cek Ulang Para Tamu


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.