Kasus E-KTP, Dua Berkas Setebal 2,6 Meter Dilimpahkan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK Taufiq Ibnugroho membawa masuk berkas-berkas perkara dugaan korupsi pengadaan proyek e-KTP ke Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat, 1 Maret 2017. Tempo/Zara Amelia

    Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK Taufiq Ibnugroho membawa masuk berkas-berkas perkara dugaan korupsi pengadaan proyek e-KTP ke Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat, 1 Maret 2017. Tempo/Zara Amelia

    TEMPO.CO, Jakarta - Jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi menyerahkan berkas dugaan korupsi kartu tanda penduduk berbasis elektronik (e-KTP) kepada Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi Jakarta hari ini, Rabu, 1 Maret 2017.

    "Benar, hari ini kami serahkan kepada PN Jakarta Pusat. Tim JPU sudah di sana," kata juru bicara KPK, Febri Diansyah, melalui pesan pendek, Rabu.

    Baca: Kasus E-KTP, Chairuman: Penyidik KPK Konfirmasi Beberapa Hal

    Berkas yang diserahkan JPU itu adalah milik mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Irman dan Direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan Ditjen Dukcapil Sugiharto. Keduanya ditetapkan sebagai tersangka karena diduga menyalahgunakan wewenang hingga menyebabkan negara merugi Rp 2,3 triliun.

    Febri menuturkan, karena kasus ini sangat kompleks, berkas perkara yang disusun sangat tebal. Ia menyebutkan masing-masing berkas perkara memiliki ketebalan 1,3 meter. "Karena memang banyak saksi dan dokumen yang harus kami masukkan," ucapnya.

    MAYA AYU PUSPITASARI

    Baca juga: Diperiksa Kasus E-KTP, Ade Komarudin: Sampaikan Apa Adanya

    Video Terkait:
    Berkas Kasus Korupsi Pengadaan e-KTP Siap Disidangkan
    Terkait Kasus E-KTP, Anggota DPR Ade Komarudin Diperiksa KPK
    Anas Urbaningrum Diperiksa KPK Terkait Proyek E-KTP


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tahun-Tahun Indonesia Juara Umum SEA Games

    Indonesia menjadi juara umum pada keikutsertaannya yang pertama di SEA Games 1977 di Malaysia. Belakangan, perolehan medali Indonesia merosot.