Adhyaksa Berharap Pemerintah Lebih Memperhatikan Pramuka

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (kanan) memberikan bendera merah putih kepada Ketua Kwanas Gerakan Pramuka Adhyaksa Dault dalam acara pelepasan keberangkatan 462 kontingen Pramuka Indonesia yang akan berangkat ke Jambore Dunia ke-23 ke Jepang di Istana Merdeka, Jakarta, 24 Juli 2015. Kontingen Pramuka Indonesia akan bergabung bersama kurang lebih 40 ribu peserta lainnya dari 105 negara dunia. Tempo/ Aditia Noviansyah

    Presiden Joko Widodo (kanan) memberikan bendera merah putih kepada Ketua Kwanas Gerakan Pramuka Adhyaksa Dault dalam acara pelepasan keberangkatan 462 kontingen Pramuka Indonesia yang akan berangkat ke Jambore Dunia ke-23 ke Jepang di Istana Merdeka, Jakarta, 24 Juli 2015. Kontingen Pramuka Indonesia akan bergabung bersama kurang lebih 40 ribu peserta lainnya dari 105 negara dunia. Tempo/ Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Adhyaksa Dault berharap pemerintah lebih memperhatikan Gerakan Pramuka karena banyak hal positif yang lahir dari organisasi pendidikan nonformal bagi generasi muda.

    “Kami tidak bisa berdiri sendiri maka mohon bantuan dari pemerintah. Dulu kami diperhatikan, tapi untuk kali ini harus lebih diperhatikan. Karena ini pembinaan generasi muda yang paling efektif, dari Sabang sampai Merauke mereka pakai syal merah putih,” kata Adhyaksa, Rabu, 22 Februari 2017.

    Baca juga:

    Adhyaksa: Baden Powell Wariskan Kemandirian dan Kreativitas
    Pesan Jokowi untuk Anggota Pramuka  

    Adhyaksa menilai Pramuka sebagai wadah yang tepat untuk memupuk rasa cinta tanah air. Karena,  lewat Pramuka setiap anggota akan berkumpul dari berbagai penjuru. Mereka diajarkan untuk saling mengenal, toleransi, dan tenggang rasa tanpa membedakan suku, ras, agama, dan antargolongan.

    “Ini sarana pembelajaran toleran yang paling baik. Selain itu, kami tetap menanamkan nilai moral dan akhlak dalam setiap kegiatannya. Mau pakai generasi apalagi buat generasi muda kalau bukan dari pramuka?” tanyanya.

    Pada 22-24 Februari 2017,  berlangsung rapat kerja nasional Gerakan Pramuka 2017 di Taman Rekreasi Wiladatika, Cibubur, Jakarta Timur.  Rapat tahunan ini dihadiri pengurus kwarnas dan pimpinan kwartir daerah seluruh Indonesia.

    Simak juga:

    Pramuka Harus Isi Celah Pendidikan di Keluarga dan Sekolah
    Megawati Usul Kata Pramuka Jadi Praja Muda Karana  

    Tema Rakernas 2017 adalah ‘Satyaku, Kudharmakan, Dharmaku, Kubaktikan”.  Dalam rapat tahunan ini, kata Adhyaksa, akan membawa pertanyaan bagaimana pramuka tetap eksis di tengah gempuran pengaruh budaya luar akibat globalisasi dan keterbukaan informasi.

    Adhyaksa berharap Gerakan Pramuka bisa tetap memberikan kontribusi besar bagi kepemimpinan generasi muda.  Dia menginginkan anggota pramuka menjadi pasukan cyber yang memberantas berita hoak. "Karena anggota pramuka Indonesia itu terbesar di dunia,” ujarnya.

    LARISSA HUDA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?