Mensos Minta Pesantren Sumbang Lebih Banyak Energi Positif  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Sosial (Mensos) RI, Khofifah Indar Parawansa (kanan) berbincang dengan Pengasuh Ponpes Bahrul Maghfiroh Lukman Al Karim (kiri) saat peresmian Panti Rehabilitasi Narkoba Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) Yayasan Bahrul Maghfiroh Cinta Indonesia dan Pusat Informasi dan Edukasi Napza di pondok pesantren Bahrul Maghfiroh, Malang, Jawa Timur, 8 Januari 2016. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    Menteri Sosial (Mensos) RI, Khofifah Indar Parawansa (kanan) berbincang dengan Pengasuh Ponpes Bahrul Maghfiroh Lukman Al Karim (kiri) saat peresmian Panti Rehabilitasi Narkoba Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) Yayasan Bahrul Maghfiroh Cinta Indonesia dan Pusat Informasi dan Edukasi Napza di pondok pesantren Bahrul Maghfiroh, Malang, Jawa Timur, 8 Januari 2016. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    TEMPO.CO, Jambi - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa berharap pondok pesantren mampu menyumbang lebih banyak lagi energi positif untuk bangsa. "Tantangan Indonesia saat ini jauh lebih berat daripada tahun-tahun sebelumnya, dan pondok pesantren harus bisa menjawab tantangan itu," kata Khofifah saat menghadiri Milad Ke-40 Pondok Pesantren Diniyah Putri Muara Bungo, Jambi, Sabtu, 18 Februari 2017.

    Dia mengatakan tantangan yang cukup berat adalah dampak negatif globalisasi dan mudahnya akses informasi serta ancaman bahaya narkoba. Oleh karena itu, kiai di pondok pesantren juga harus melek teknologi informasi.

    Baca juga:
    Pesantren Jadi Pusat Akulturasi Budaya dan Agama

    Menurut Khofifah, teknologi informasi saat ini sudah menjadi kebutuhan hampir semua lapisan masyarakat, terutama generasi muda. Oleh karenanya tidak jarang ditemui banyak kejahatan yang memanfaatkan teknologi informasi, seperti perdagangan orang, prostitusi online, dan narkoba.

    "Informasi yang bagus banyak, dan yang negatif pun juga banyak. Jika kiai dan ulama tidak memahami teknologi informasi bagaimana bisa berperan aktif membendung yang negatifnya," ujarnya.

    Baca pula:
    Suku Anak Dalam Nyanyikan Indonesia Raya, Khofifah Menangis

    Peran teknologi informasi, lanjut Khofifah, sebenarnya bisa juga dimanfaatkan untuk kepentingan dakwah islamiah. Dengan demikian jangkauan umat yang terpapar dakwah bisa jauh lebih besar dan luas.

    Khofifah menambahkan, dengan melek teknologi informasi maka ke depan pondok pesantren bisa melahirkan SDM unggul, baik dari sisi spiritualitas maupun teknologi sehingga mampu menjawab tantangan globalisasi budaya dan ekonomi.

    Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga menyoroti peran kaum perempuan dalam membentuk karakter bangsa. Menurut dia, pada era saat ini perempuan dituntut jauh lebih maju, berwawasan luas, cerdas, modern, dan bermartabat. "Perempuan tidak lagi hanya berkutat dengan urusan domestik rumah tangga, namun juga kebangsaan," katanya.

    Khofifah menuturkan perempuan Indonesia harus menjadi pilar dalam membentengi anak-anak agar tidak menjadi antisosial. Perempuan Indonesia juga harus mampu menjaga ketahanan sosial dan kesejahteraan keluarga. "Seiring tuntutan zaman, perempuan dituntut untuk merevitalisasi pola pengasuhan dan proses pendidikan anak-anak di dalam keluarga," ujarnya.

    Dengan demikian, generasi penerus bangsa memiliki karakter yang kuat dan terhindar dari berbagai dampak negatif arus globalisasi. Dalam kunjungan ke Pondok Pesantren Diniyah Putri, Muara Bungo, Khofifah juga melakukan peletakan batu pertama pembangunan sejumlah sarana dan prasarana pendidikan.

    ANTARA

    Simak: Menkes: Saya Bukan Ingin Kembali ke Orde Baru, tapi...


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.