Aksi 112 Kental Aroma Politik, Ini Pesan Kapolri Tito  

Reporter

Kapolri Jenderal Tito Karnavian memberikan sambutannya saat bersilaturahmi dengan ulama dan umat Islam se-Jawa Tengah di Mapolda Jalan Pahlawan, Semarang, 3 Ferbruari 2017 malam. Kapolri berpesan persatuan antara umat, ulama, Polri dan TNI akan menghindarkan perpecahan bangsa. TEMPO/Budi Purwanto

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Tito Karnavian mengatakan rencana aksi massa pada 11 Februari 2017 atau Aksi 112, kental dengan aroma politik. Tito menilai, aksi ini mengusung tuntutan terkait dengan kriteria pemimpin, padahal berdekatan dengan proses pemilihan kepala daerah DKI Jakarta.

"Sudah jelas ada pernyataan (aksi), sekaligus juga ada selembaran, kemudian di media sosial, bahwa ini akan berhubungan dengan pemilihan pasangan-pasangan tertentu, yaitu dalam pilkada di DKI," kata Tito dalam konferensi pers di main hall Markas Kepolisian Daerah Metro Jaya, Jakarta, Jumat, 10 Februari 2017.

Baca: Aksi 112, Rizieq: Tidak Ada Pengerahan Massa Turun ke Jalan

Tito menyayangkan hal ini, dan mengatakan masalah keagamaan sebaiknya tidak dikaitkan dengan masalah politik. Apalagi dikaitkan dengan pemilihan Gubernur DKI Jakarta yang akan dilakukan pada 15 Februari 2017.

Agenda Aksi 112 pada akhirnya diubah, awalnya akan dilakukan long march dari Monumen Nasional menuju Bundaran Hotel Indonesia. Namun dari hasil kesepakatan dengan panitia aksi, Tito mengatakan aksi akan dipusatkan di Masjid Istiqlal. Itu pun akan diisi dengan kegiatan ibadah, seperti membaca Al-Quran dan tausiah.

Baca: Rizieq Temui Wiranto, Aksi 112 Jadi Dzikir di Istiqlal

Meski begitu, Tito tetap mewanti-wanti agar isi tausiah jangan bermuatan politik. Ia juga meminta agar isi tausiah tetap berpegang pada semangat beribadah dan tak membawa unsur-unsur politis.

"Jangan nanti spirit ibadah sedikit, kemudian tausiah yang beda-beda tipis sama orasi, tahu-tahu yang lebih banyak orasi, orasinya politik, kemudian menjelekkan orang lain, nah itu enggak boleh. Pendapat saya, itu tidak etislah," kata dia.

Rencana aksi yang pada awalnya berupa long march, dibatalkan karena rawan mengganggu ketertiban umum. Apalagi, kata Tito, sejumlah instansi keagamaan lain juga ikut mengimbau agar tak mengikuti aksi ini. Dari Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, hingga Majelis Ulama Indonesia juga telah memberikan imbauannya.

"Jalan kaki hari Sabtu, masih di hari kerja di jalan protokol itu menganggu. Apalagi mengusung isu politik. Oleh karena itu tegas dilarang," kata Tito.

EGI ADYATAMA

Baca juga:
Rizieq Mangkir Lagi, Polda Jawa Barat Terbitkan Surat Penjemputan
Fraksi Hanura Tuntut Chappy Hakim dan Freeport Minta Maaf






Mahasiswa BEM SI Tangkap Penyusup saat Demo di Patung Kuda Karena Keliru Pakai Jaket Almamater

3 hari lalu

Mahasiswa BEM SI Tangkap Penyusup saat Demo di Patung Kuda Karena Keliru Pakai Jaket Almamater

Mahasiswa dari BEM SI menangkap seorang penyusup karena keliru menggunakan jaket almamater saat demo di Patung Kuda. Diserahkan ke polisi.


BEM SI Demo Lagi Usai Jumatan Nanti, Mereka Sebut Gerakan Melawan Pengkhianatan Rezim

4 hari lalu

BEM SI Demo Lagi Usai Jumatan Nanti, Mereka Sebut Gerakan Melawan Pengkhianatan Rezim

BEM SI akan menggelar demo untuk menyuarakan sejumlah masalah dalam pemerintahan Presiden Joko Widodo.


Tito Karnavian Temui Mendagri Jepang, Bahas Penguatan Kerja Sama Bilateral

6 hari lalu

Tito Karnavian Temui Mendagri Jepang, Bahas Penguatan Kerja Sama Bilateral

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengunjungi Menteri Dalam Negeri dan Komunikasi Jepang, Minoru Terada di Tokyo.


Massa Buruh dan Petani Geruduk DPR Tuntut Pelaksanaan Reforma Agraria

7 hari lalu

Massa Buruh dan Petani Geruduk DPR Tuntut Pelaksanaan Reforma Agraria

Massa buruh, petani dan nelayan yang tergabung dalam Komite Nasional Pembaruan Agraria menggelar demonstrasi di Gedung DPR.


Polisi dan TNI Turunkan 4.400 Personel untuk Jaga Demonstrasi di Jakarta Hari Ini

7 hari lalu

Polisi dan TNI Turunkan 4.400 Personel untuk Jaga Demonstrasi di Jakarta Hari Ini

Kepolisian bersama TNI dan pemerintah daerah menyiagakan 4.400 personel gabungan menjaga unjuk rasa di Jakarta, Selasa, 27 September 2022


Begini Alasan Polda Metro Mau Segera Pindahkan Titik Demonstrasi ke Monas

7 hari lalu

Begini Alasan Polda Metro Mau Segera Pindahkan Titik Demonstrasi ke Monas

Pemilihan tempat demonstrasi ini menurut Fadil sangat tepat, tidak saja bagi kelompok demonstran, tapi juga bagi anggota kepolisian dan warga.


Ini Skema Pengalihan Arus Lalu Lintas Jakarta sebagai Dampak Demonstrasi Hari Ini

7 hari lalu

Ini Skema Pengalihan Arus Lalu Lintas Jakarta sebagai Dampak Demonstrasi Hari Ini

Polda Metro Jaya melakukan pengalihan arus lalu lintas di sekitar Monas untuk pengamanan unjuk rasa di Bundaran Patung Kuda Jakarta.


Kapolda Metro Usul Lokasi Demonstrasi Dipindah ke Monas, Pengelola: Nanti Dibicarakan Pimpinan

10 hari lalu

Kapolda Metro Usul Lokasi Demonstrasi Dipindah ke Monas, Pengelola: Nanti Dibicarakan Pimpinan

Pengelola Monas sebut usulan Kapolda Metro Jaya Fadil Imran soal lokasi demo di Monas perlu dibahas lebih lanjut di level pimpinan.


Kasus Mahsa Amini: Iran Blokir WhatsApp dan Instagram Demi Pembungkaman Demonstran?

10 hari lalu

Kasus Mahsa Amini: Iran Blokir WhatsApp dan Instagram Demi Pembungkaman Demonstran?

Blokir dilakukan di tengah meluasnya aksi demonstrasi di Iran atas kematian Mahsa Amini. Kebijakan disinyalir sebagai upaya mengekang gerakan protes.


Kapolda Metro Sudah Bicara dengan Anies Baswedan Soal Pemindahan Lokasi Demonstrasi

10 hari lalu

Kapolda Metro Sudah Bicara dengan Anies Baswedan Soal Pemindahan Lokasi Demonstrasi

Kapolda Metro Fadil Imran berharap ide pemindahan lokasi demonstrasi dari Patung Kuda ke Monas bisa segera terealisasi.