Bursa Pilgub Jabar: Deddy, Dede, Desy Paling Populer

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ridwan Kamil dan Desy Ratnasari. TEMPO

    Ridwan Kamil dan Desy Ratnasari. TEMPO

    TEMPO.CO, Jakarta - Lembaga survei Indo Riset Konsultan melakukan survei untuk melihat tingkat penerimaan, popularitas, dan elektabilitas dari tokoh-tokoh kandidat gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat 2018. Hasilnya, popularitas Deddy Mizwar paling tinggi dibandingkan calon lainnya yakni mencapai 94 persen.

    Direktur Program Indo Riset Konsultan, Bawono Kumoro mengatakan dari 16 nama diuji cuma ada empat nama memiliki tingkat popularitas di atas 70 persen. Antara lain Deddy Mizwar (94 persen), Dede Yusuf (89,5 persen), Desy Ratnasari (86,6 persen), Ridwan Kamil (74,2 persen).

    Bawono menuturkan dalam survei ini juga menguji tingkat popularitas, tingkat kesukaan, dan tingkat elektabilitas 16 nama yakni Bima Arya, Deddy Mizwar, Dede Yusuf, Dedi Mulyadi, Desy Ratnasari, Haris Yuliana, Iwa Karniwa, Maman Imanul Haq, Mochammad Irawan, Netty Prasetyani Heryawan, Nurul Arifin, Puti Guntur Soekarno, Ridwan Kamil, Saan Mustopa, TB Hasanuddin, dan UU Ruzhanul Ulum.

    "Tingkat kesukaan tertinggi dimiliki oleh Ridwan Kamil (92,2 persen), disusul Deddy Yusuf 86,5 persen dan Deddy Mizwar 86,3 persen dalam posisi tiga teratas," kata dia dalam siaran persnya Rabu 1 Februari 2017.

    Baca juga:
    Desy Dicalonkan dalam Pilkada Jawa Barat, Pengamat: Baru Wacana
    Desy Ratnasari Angkat Bicara Soal Survei dan Pilkada Jawa Barat

    Dari sisi tingkat elektabilitas calon gubernur dalam simulasi tertutup 16 nama calon gubernur. Menurut dia, Ridwan Kamil memperoleh tingkat keterpilihan tertinggi sebesar 37,50 persen, kemudian disusul secara berturut-turut oleh Deddy Mizwar (29,17 persen), Dede Yusuf (15,25 persen), Dedy Mulyadi (4,42 persen), Desy Ratnasari (2,67 persen), Bima Arya (1,67 persen), UU Ruzhanul Ulum (1,50 persen), TB Hasanuddin (0,67 persen), Puti Guntur Soekarno (0,58 persen), Saan Mustopa (0,58 persen), Netty Prasetiyani Heryawan (0,17 persen), Nurul Arifin (0,17 persen), Haris Yuliana (0,08 persen), Iwa Karniwa (0,08 persen), Maman Imanul Haq (0,08 persen) dan Mochammad Irawan (0,08 persen).

    "Sementara yang tidak tahu atau tidak jawab sebesar 5,33 persen," ucapnya.

    Adapun survei ini dilakukan pada 19-25 Desember 2016 melalui wawancara tatap muka menggunakan kuesioner dengan mengambil 1.200 responden di 27 kabupaten/kota dan memiliki margin of error kurang lebih 2,83 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

    "Penarikan sample dilakukan secara acak menggunakan metode multistage random sampling. Penarikan sample mempertimbangkan jumlah sample dengan jumlah pemilih di setiap kabupaten/kota dan memperhatikan karakter desa/kota," tutur dia.

    Menurut dia, berdasarkan hasil temuan survei Indo Riset tiga faktor utama dipertimbangkan warga Jawa Barat dalam memilih gubernur mendatang adalah merakyat dan melayani masyarakat (21,3 persen), jujur atau tidak korupsi (12,6 persen), dan berkinerja bagus (8,4 persen).

    Lalu dalam hal program harus diutamakan gubernur mendatang, warga Jawa Barat menilai ada tiga program prioritas. Yaitu kesejahteraan rakyat (33,7 persen), lapangan pekerjaan (26,3 persen), dan pendidikan (20,9 persen).

    Baca juga:
    Rizieq Tanggapi Isu Sogokan Rp 100 Miliar hingga Beristri 6
    Djarot : Kampung Ambon Jadi Contoh Pemberantasan Narkoba

    Bawono mengatakan Pilkada Jawa Barat tahun depan akan menjadi arena pertarungan tiga kandidat kuat yaitu Ridwan Kamil, Deddy Mizwar dan Dede Yusuf.

    "Dengan melihat tingkat elektabilitas para calon gubernur Jawa Barat berdasarkan hasil survei kami tersebut, pilkada Jawa Barat akan menjadi pertarungan tiga tokoh, Ridwan Kamil, Deddy Mizwar, dan Dede Yusuf. Saat survei dilakukukan Ridwan Kamil masih teratas dengan keterpilihan sebesar 37,5 persen, disusul Deddy Mizwar (29,17 persen), dan Dede Yusuf (15,25 persen)," kata Bawono.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.