Penggeledahan Rumah Terduga Teroris di Ngawi, Keluarga Syok  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Amston Probel

    TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.CO, Ngawi - Keluarga Sugiyono, 37 tahun, sempat bingung ketika tim Detaseman Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri hendak melakukan penggeledahan di rumah seorang terduga teroris ini di Dusun Gondang, Desa Rejomulyo, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Selasa, 31 Januari 2017.

    "Tahu-tahu sudah ada delapan mobil di depan rumah. Ada yang mengaku petugas dari Polda Jawa Timur dan Polda Jawa Tengah," kata Podo, 51 tahun, kakak sepupu Sugiyono.

    Podo bertempat tinggal di samping rumah keluarga Sugiyono. Sejak enam tahun terakhir, kediaman Salam, 60 tahun, ayah Sugiyono itu, sering kosong lantaran ditinggal ke rumah lain yang masih masuk wilayah Desa Rejomulyo. Sementara terduga teroris ini mengontrak rumah di Sragen, Jawa Tengah, bersama istri dan anak-anaknya.

    Ketika tim Densus 88 Antiteror dan sejumlah polisi datang, Podo sempat menanyakan maksud kedatangan mereka. Petugas, menurut dia, menyampaikan hendak melakukan penggeledahan di rumah Sugiyono karena di tempat itu tersimpan sejumlah barang bukti terorisme.

    "Setelah mendapat arahan dari Pak Kades, akhirnya saya mempersilakan penggeledahan dilakukan," ujar Podo kepada Tempo.

    Baca juga:
    9 Kasus Rizieq 1 Berstatus Tersangka, Ini Daftar Lengkapnya
    Analis Politik: Antasari Azhar Simbol Pertarungan Dimulai

    Penggeledahan itu, lanjut ia, berlangsung mulai pukul 13.00 hingga 16.00. Sejumlah barang bukti diamankan dari sejumlah ruang dan lemari. Barang bukti itu, di antaranya selembar selebaran tentang risalah tauhid, kuitansi donasi untuk pengungsi Rohingya senilai Rp 500 ribu, dan sejumlah gotri.

    "Juga satu buah tablet rusak, dua solder, lem tembak, dan majalah," kata Podo, 51 tahun, kakak sepupu Sugiyono saat ditemui di kediamannya.

    Selain itu, Salam, 60 tahun, dan Abdullah Azzam, 11 tahun–ayah dan adik kandung terduga teroris ini juga dibawa tim Densus 88. "Mungkin untuk dimintai keterangan," ujar Podo.

    Wakil Kepala Kepolisian Resor Ngawi Komisaris Suhono membenarkan penggeledahan yang berlangsung di rumah Sugiyono, seorang terduga teroris. "Memang benar tadi ada penggeledahan di rumah terduga teroris. Kami hanya membantu pengamanan," kata dia.

    Sugiyono ditangkap di Grobongan, Jawa Tengah. Tim Densus 88 juga menangkap dua teroris lain, yakni Jumali, 30 tahun, di Sragen dan Sugiyanto, 38 tahun, di Karanganyar, Jawa Tengah.

    NOFIKA DIAN NUGROHO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.