Polisi Segera Limpahkan Korupsi Solar Cell Lebih Rp 3 Miliar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Pungutan liar (Pungli)/Korupsi/Suap. Shutterstock

    Ilustrasi Pungutan liar (Pungli)/Korupsi/Suap. Shutterstock

    TEMPO.CO, Manado - Kepala Bidang Humas Polda Sulawesi Utara Kombes Pol Ibrahim Tompo mengatakan pelimpahan tahap dua kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan sarana dan prasarana jalan umum atau solar cell ke kejaksaan dilakukan secepatnya.

    "Direncanakan pelimpahannya dalam waktu dekat, kemungkinan pekan depan. Untuk tahap dua kasus ini masih menunggu koordinasi dengan pihak Kejaksaan," kata Ibrahim di Manado, Selasa, 31 Januari 2017.

    Baca juga:
    Rizieq Syihab Tersangka, Pengacara: Habib Itu Meneliti
    Polisi Usut Chat Mesum yang Diduga Rizieq FPI & Firza Husein

    Terkait dengan penanganan kasus dugaan korupsi solar cell tersebut, kepolisian telah menahan empat tersangka, yaitu berinisial RW, AR, PI, dan LD.

    Pengadaan solar cell tersebut dianggarkan dalam APBD Kota Manado 2014 sekitar Rp 9,6 miliar.

    Setelah dilakukan audit oleh tim BPKP, anggaran proyek pengadaan tersebut menimbulkan kerugian keuangan negara sekitar Rp 3 miliar.

    Penyimpangan kasus ini, antara lain diduga pengadaan perangkat lampu jalan, seperti baterai tidak sesuai dengan spesifikasi yang disampaikan melalui kontrak.

    ANTARA

    Simak:
    Dua Anggota Mapala UII Ditangkap, Diduga Pelaku Penganiayaan Diksar


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tahun-Tahun Indonesia Juara Umum SEA Games

    Indonesia menjadi juara umum pada keikutsertaannya yang pertama di SEA Games 1977 di Malaysia. Belakangan, perolehan medali Indonesia merosot.