Investigasi Pelecehan Pancasila di Australia Rampung Januari  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi usai rapat koordinasi khusus di gedung Kemenkopolhukam, Jakarta, Jumat, 6 Januari 2017. TEMPO/ Yohanes Paskalis

    Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi usai rapat koordinasi khusus di gedung Kemenkopolhukam, Jakarta, Jumat, 6 Januari 2017. TEMPO/ Yohanes Paskalis

    TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Luar Negeri Retno L.P. Marsudi mengatakan pemerintah Australia berniat membereskan kasus pelecehan Pancasila di institusi pelatihan Angkatan Darat Australia pada akhir Januari 2017. Informasi itu didapatnya setelah berkontak dengan perwakilan RI di Negeri Kanguru.

    “Tadi saya komunikasi kembali dengan tim kami di Australia, dengan Pak Duta Besar langsung, meskipun memang memperoleh informasi bahwa investigasi akan diselesaikan sampai akhir bulan (Januari) ini,” ujar Retno setelah rapat kerja di Komisi Pertahanan DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis, 26 Januari 2017.

    Baca juga: TNI-Australia, Ketika Pancasila Dipelesetkan Jadi Pancagila

    Retno menekankan bahwa Australia merupakan mitra bilateral yang penting bagi Indonesia. Dia menyebut Indonesia-Australia saling membutuhkan sebagai negara tetangga.

    Intensitas kerja sama Indonesia-Australia, menurut dia, sangat tinggi. Karena itu, bukan tak mungkin timbul permasalahan pada saat ini ataupun di kemudian hari.

    Menurut Retno, isu yang berkaitan dengan kehormatan tak sebaiknya mencampuri koneksi diplomatik kedua negara. “Menghormati teritorial, integritas, kesetaraan, dan sebagainya itu jelas di kedua negara. Kita sudah punya dasar yang kuat yang seharusnya dijadikan pijakan untuk menjalin hubungan ke depan.”

    Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu pun memastikan hubungan diplomatik Indonesia dan Australia tak terganggu. Menurut Ryamizard, pembekuan hanya dilakukan terhadap pendidikan dan pelatihan bahasa di institusi militer Australia. “Hubungan tetap baik, kecuali pendidikan dan latihan (di institusi militer Australia) ditunda, sampai melihat situasinya baik,” kata dia seusai raker yang sama.

    Mantan Kepala Staf TNI AD itu menyebut Australia telah menunjukkan niat baik, dengan menindak pihak yang bertanggung jawab. Pihak Australia pun sempat memberi sanksi skorsing terhadap penanggung jawab Sekolah Bahasa Pangkalan Militer Campbell Barracks, Perth, Australia, tersebut.

    Dia tak menjawab pasti hingga kapan pembekuan kerja sama militer itu berlangsung. Namun dia menjamin pihak Australia akan segera menyelesaikan investigasi internal. “Pasti dia akan segera (selesaikan), dong,” ujar Ryamizard.

    YOHANES PASKALIS



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    KPK Berencana Menghapus Hasil Penyadapan 36 Perkara

    Terdapat mekanisme yang tak tegas mengenai penghapusan hasil penyadapan 36 penyelidikan yang dihentikan KPK.