Jember Dilanda Banjir dan Longsor

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah warga menyelamatkan sepeda motor yang terendam banjir lumpur di Desa Garahan, Silo, Jember, Jawa Timur, Sabtu (10/1). 500 rumah di empat kecamatan terendam banjir, yaitu Kecamatan Silo, Mayang, Mumbulsari dan Tempurejo. ANTARA/Seno S.

    Sejumlah warga menyelamatkan sepeda motor yang terendam banjir lumpur di Desa Garahan, Silo, Jember, Jawa Timur, Sabtu (10/1). 500 rumah di empat kecamatan terendam banjir, yaitu Kecamatan Silo, Mayang, Mumbulsari dan Tempurejo. ANTARA/Seno S.

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat banjir genangan, banjir lumpur, dan tanah longsor menerjang sejumlah kecamatan di Kabupaten Jember, Jawa Timur.

    "Hari ini ada lima titik kejadian bencana di Jember yakni banjir genangan di Kreyongan-Kecamatan Patrang, banjir lahar dingin di Desa Sumbersalak-Kecamatan Ledokombo, longsor di Desa Panduman-Kecamatan Jelbuk, longsor di Desa Kamal-Kecamatan Arjasa, dan longsor di Kebun Rayap-Kecamatan Arjasa," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jember Heru Widagdo di Jember, Selasa.

    Menurutnya banjir genangan yang terjadi pada Senin sore 23 Januari 2017 menerjang Dusun Krajan, Kelurahan/Kecamatan Patrang. Akibatnya, dapur dua rumah warga terkikis banjir yakni milik Sum dan Sumiyati. Banjir juga menerjang Kelurahan Jember Lor, Kecamatan Patrang dengan jumlah korban banjir yang terdampak sebanyak 52 kepala keluarga. "Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut," ucap Heru.

    Baca juga:
    Sultan Soal Mahasiswa UII: Yang Muda Harusnya Dilindungi
    Mahasiswa UII Itu Diinjak dan Punggungnya Disabet Rotan 10 Kali

    Sementara itu banjir lahar dingin Gunung Raung dan banjir lumpur menerjang Desa Sumbersalak, Kecamatan Ledokombo, menyebabkan enam rumah dan satu sekolah dasar (SD) Sumbersalak 2, tanaman cabai seluas 2,5 hektare, dan tanaman padi seluas 7,5 hektare terendam banjir. Kejadian longsor juga menerjang daerah di lereng Pegunungan Argopuro yakni di Desa Panduman, Kecamatan Jelbuk, yang menyebabkan beberapa rumah terdampak longsor. "Jalan utama tertutup material longsor," Heru berujar.

    Longsor juga menerjang di Desa Kamal, Kecamatan Arjasa yang menyebabkan beberapa rumah juga terkena dampaknya, Sebuah jembatan yang menghubungkan Desa Kamal-Arjasa dengan Desa Panduman-Jelbuk terputus akibat derasnya arus sungai. Bencana longsor juga melanda wilayah perkebunan di Kebun Rayap Rembangan, Desa Kemungsari, Kecamatan Arjasa menyebabkan 11 rumah warga dan 22 rumah karyawan yang terkena dampak.

    Heru mengatakan sukarelawan BPBD, TNI, Polri, dan masyarakat mengadakan kerja bakti untuk gotong royong membersihkan rumah warga yang terendam banjir karena air sudah mulai surut di Kecamatan Patrang. "Untuk daerah yang dilanda longsor juga sama, semua pihak saling membantu membersihkan sisa longsoran yang menutup jalan dan menerjang rumah-rumah warga," tutur dia.

    Komandan Kodim 0824 Jember Letkol Inf Rudianto memerintahkan kepada jajarannya agar berkoordinasi dengan aparat setempat untuk mengimbau masyarakat, agar waspada terhadap bencana alam akibat cuaca ekstrem yang terjadi di wilayah setempat. "Kami juga minta anggota TNI untuk membantu warga korban bencana alam untuk membersihkan rumahnya yang tergenang banjir atau terdampak tanah longsor di sejumlah kecamatan di Jember," tuturnya.

    ANTARA

    Simak juga:
    Rapat Dengan MPR, Jokowi Singgung Femonena Saling Hujat
    Megawati Dilaporkan ke Polisi karena Pidatonya di HUT PDI-P


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?