SBY Mengeluh di Twitter, Wiranto: Boleh Prihatin, tapi....

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menko Polhukam Wiranto memberikan sambutan dalam acara sosialisasi Satgas Saber Pungli yang diadakan saat Car Free Day di kawasan Monas, Jakarta, 18 Desember 2016. Acara tersebut sebagai bentuk kampanye budaya antipungli di masyarakat. TEMPO/M Iqbal Ichsan

    Menko Polhukam Wiranto memberikan sambutan dalam acara sosialisasi Satgas Saber Pungli yang diadakan saat Car Free Day di kawasan Monas, Jakarta, 18 Desember 2016. Acara tersebut sebagai bentuk kampanye budaya antipungli di masyarakat. TEMPO/M Iqbal Ichsan

    TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto meminta masyarakat melihat realitas yang terjadi terkait dengan masalah keamanan. Menanggapi cuitan presiden keenam, Susilo Bambang Yudhoyono, Wiranto mengatakan, boleh prihatin, tapi jangan menimbulkan perasaan waswas berlebihan.

    ”Apa kamu kalau malam-malam ke mal, merasa aman apa enggak?” tanya Wiranto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 23 Januari 2017.

    Berita lain: Donald Trump Jadi Presiden AS, Apa Harapan Setya Novanto?

    Jumat pekan lalu, dalam akun Twitter-nya, SBY mengeluhkan Indonesia yang saat ini banjir berita bohong (hoax). Ia menulis, “Ya Allah, Tuhan YME. Negara kok jadi begini. Juru fitnah dan penyebar ‘hoax’ berkuasa dan merajalela. Kapan rakyat dan yang lemah menang? *SBY*”.

    Wiranto menuturkan, selama berada di empat kepemimpinan presiden, masing-masing mengalami situasi yang fluktuatif. Meski demikian, setiap pemerintahan bisa melewatinya.

    Saat ini, di era Presiden Joko Widodo, Wiranto menilai Indonesia masih mengalami hambatan dan tantangan yang relatif sama dengan pemerintahan sebelumnya. Dalam hal keamanan, menurut dia, setiap orang mempunyai kewajiban yang sama untuk menjaganya. “Saya kira kita akan aman-aman saja,” ucapnya.

    Keluhan SBY di Twitter juga ditanggapi Presiden Joko Widodo pada Ahad lalu. Menurut Jokowi, tidak seharusnya masalah hoax atau berita bohong dikeluhkan.

    ADITYA BUDIMAN



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.