Anggota MUI ke Israel, Ma'ruf Amin: Nanti Kami Bahas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembicara kegiatan Forum Peduli Bangsa di Pesantren Riyadlul Jannah Mojokerto, Sabtu, 21 Januari 2017, KH Ma'ruf Amin (tiga dari kanan), mantan Ketua DPR Marzuki Alie (lima dari kanan) dan Mantan Mendikbud M. Nuh (enam dari kanan). KUKUH SW/TEMPO

    Pembicara kegiatan Forum Peduli Bangsa di Pesantren Riyadlul Jannah Mojokerto, Sabtu, 21 Januari 2017, KH Ma'ruf Amin (tiga dari kanan), mantan Ketua DPR Marzuki Alie (lima dari kanan) dan Mantan Mendikbud M. Nuh (enam dari kanan). KUKUH SW/TEMPO

    TEMPO.CO, Mojokerto - Ketua Majelis Ulama Indonesia KH Ma'ruf Amin menyatakan membahas kepergian Ketua Komisi Perempuan Remaja dan Keluarga Majelis Ulama Indonesia Istibsyaroh ke Tel Aviv, Israel.

    Permasalahan itu, ujar Ma'ruf, masih dibicarakan di internal MUI. "Nanti kami bahas masalah itu," ujar Ma'ruf setelah menjadi pembicara diskusi Forum Peduli Bangsa di Pondok Pesantren Riyadlul Jannah, Pacet, Mojokerto, Sabtu, 21 Januari 2017.

    Ma'ruf belum tahu apakah Istibsyaroh bakal dikenai sanksi atau tidak karena berkunjung ke negara yang selama ini dinilai memusuhi umat Islam. "Soal sanksi nanti kami bahas," ujar Rais Aam Nahdlatul Ulama itu.

    Baca juga:
    Agar Negara Tak Gaduh, MUI Prakarsai Rujuk Nasional
    Trump Acap Pojokkan Islam, Fadli Zon: Itu Teknik Kampanye

    Dilansir dari Israel Ministry of Foreign Affairs, Istibsyaroh mengadakan pertemuan dengan Presiden Israel Reuven Rivlin pada Rabu, 18 Januari 2017. Istibsyaroh mengunjungi Israel atas inisiatif Australia/Israel and Jewish Affairs Council (AIJAC).

    Saat berbicara di forum, Ma'ruf juga menyinggung anggota MUI lainnya, Marwah Daud Ibrahim, yang tergiur menjadi pengikut pimpinan Padepokan Dimas Kanjeng, Taat Pribadi. Ma'ruf menyayangkan sikap Marwah karena yang bersangkutan orang terdidik. "Yang terdidik saja, lulusan doktor dari luar negeri, begitu. Apalagi yang awam," ujarnya.

    Ma'ruf melihat ada gerakan penyesatan dan pemurtadan dari kelompok-kelompok tertentu untuk melemahkan umat. Selain itu, gerakan yang mengusung ektremisme, radikalisme, dan sekulerisme juga membonceng. "Sudah waktunya tokoh pesantren keluar dari pondok untuk mendampingi umat yang kebingungan," ujarnya.

    KUKUH S. WIBOWO

    Simak juga:
    Saudara Kembar Sulami 'Manusia Kayu' Wafat Saat Hendak Salat
    Rizieq Besok Diperiksa Kembali, Didampingi Advokat GNPF MUI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.