Kapolri Tito Musnahkan 1.400 Senjata Api Rakitan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolri Jenderal Tito Karnavian (tengah) memberikan pengarahan kepada unit

    Kapolri Jenderal Tito Karnavian (tengah) memberikan pengarahan kepada unit "Brimob" sambil memeriksa pasukan saat apel pengamanan menjelang Natal dan perayaan Tahun Baru di Monumen Nasional di Jakarta, 22 Desember 2016. AP/Dita Alangkara

    TEMPO.CO, Palembang - Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Tito Karnavian membuka rapat koordinasi (rakor) lintas batas wilayah regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) yang meliputi Kepolisian Daerah Sumatera Selatan, Lampung, Bengkulu, Jambi, dan Bangka Belitung. Di sela acara tersebut, Tito memimpin pemusnahan simbolis 1.400 senjata api rakitan dan ilegal lainnya. Senjata tersebut didapat dari penyerahan langsung oleh masyarakat dan hasil operasi.

    "Itu hasil penyerahan masyarakat dan tangkapan yang sekitar 1.400 pucuk," kata Tito, Senin, 9 Januari 2017. Meskipun berhasil menghimpun hingga ribuan senjata ilegal, ia meminta anak buahnya untuk mencari akar permasalahannya sehingga pengguna dan perajin senjata api ilegal, utamanya rakitan itu, menghentikan aktivitas melawan hukum tersebut. Selama ini diketahui, pembuatan senjata api rakitan terdapat di Kabupaten Ogan Ilir (OI), Ogan Komering Ilir (OKI), Musirawas, dan Empat Lawang.

    Menyangkut keamanan lintas batas, Tito mengingatkan adanya ancaman kejahatan-kejahatan konvensional ataupun konflik-konflik, seperti masalah tanah, perampokan, begal, pencurian kendaraan bermotor, narkotika, jaringan terorisme, penyelundupan, dan kejahatan lingkungan hidup. "Karena Sumsel akan menjadi tuan rumah Asian Games, semua polda harus bersinergi," katanya.

    Sedangkan Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin mengucapkan terima kasih kepada jajaran Polri/TNI yang telah menjaga situasi dan kondisi di Provinsi Sumatera Selatan kondusif. Hingga saat ini, kata Alex, Sumatera Selatan termasuk daerah yang paling aman sehingga tidak salah bila semakin banyak investor datang ke daerah itu. "Di sini terbukti belum pernah ada terjadi kerusuhan antar-etnik dan antar-umat beragama," katanya.

    PARLIZA HENDRAWAN

    Baca juga:
    PPATK Bangun Aplikasi untuk Pantau Pejabat Korupsi
    Ini 11 Anggota Panitia Satelit Bakamla yang Disidik KPK


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Enam Poin dalam Visi Indonesia, Jokowi tak Sebut HAM dan Hukum

    Presiden terpilih Joko Widodo menyampaikan sejumlah poin Visi Indonesia di SICC, 14 Juli 2019. Namun isi pidato itu tak menyebut soal hukum dan HAM.