TNI Bantah Ada Pengeroyokan Wadan Yonif 312 oleh Anggota  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi. (Unay Sunardi)

    Ilustrasi. (Unay Sunardi)

    TEMPO.CO, Jakarta -  Kepala Pusat Penerangan Kodam III Siliwangi, Kolonel Desi Aryanto, membantah kabar adanya aksi pengeroyokan terhadap Wakil Komandan Batalyon Infanteri 312 Kala Hitam (KH), Subang, oleh beberapa anak buahnya. Kabar tersebut menyebar di media sosial WhatsApp, pada hari ini.

    Desi Aryanto mengatakan isi pesan tersebut tidak benar. “Memang ada permasalahan internal, tapi tidak ada pengeroyokan,” katanya saat dihubungi Tempo, Ahad, 8 Januari 2017.

    Kabar pengeroyokan tersebut menyebar seolah berupa laporan dari lapangan. Pesannya menyatakan pengeroyokan terjadi pada Sabtu, 7 Januari 2017 sekitar pukul 12.00 siang. Saat itu Satuan 312 KH sedang melaksanakan pembinaan fisik. Llau terjadi oengeroyokan karena dipicu oleh ucapan Wakil Komandan (Wadan) yang dinilai tak enak didengar.

    Desi membantah itu namun enggan menjelaskan duduk perkara yang sebenarnya. Katanya, ia terikat sumpah tentara. "Masalah tersebut hanya masalah biasa (saja)."

    Desi menegaskan masalah tersebut sudah selesai Sabtu malam. Pembahasan masalah dihadiri oleh Komandan Batalyon, Wakil Komandan, hingga Komandan Brigif 15 Kujang II. “Situasinya sekarang sudah kondusif,” kata dia. 

    VINDRY FLORENTIN

    Simak juga:
    Perangi Hoax, Kominfo Minta Masyarakat Lebih Kritis
    Perangi Hoax, Ini Kata Menteri Rudiantara  
    Perangi Hoax, Olga Lidya Kampanyekan Gerakan Tahan Jempol

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.