Presiden Jokowi Pantau Pengerjaan Wisma Atlet Kemayoran  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto udara kawasan Kemayoran, Jakarta, 14 Januari 2016. Pemerintah akan membangun 15 menara (tower) di wisma atlet Kemayoran dengan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). TEMPO/Subekti.

    Foto udara kawasan Kemayoran, Jakarta, 14 Januari 2016. Pemerintah akan membangun 15 menara (tower) di wisma atlet Kemayoran dengan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta – Presiden Joko Widodo meninjau proyek pembangunan wisma atlet untuk Asian Games 2018 di Kemayoran, Jakarta. Selain meninjau, presiden melakukan pengecoran akhir atap atau topping off.

    Presiden Jokowi menargetkan rumah susun atlet bisa digunakan pada September 2017. Ia mengatakan ada 5.400 unit yang dialokasikan untuk peserta Asian Games. “Kondisi sudah bagus, tinggal penyelesaian,” katanya di Jakarta, Kamis, 29 Desember 2016.

    Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menyiapkan 10 menara (tower) rumah susun di Kemayoran sebagai bagian dari percepatan proyek strategis nasional. Berdiri di atas lahan seluas 10 hektare, total anggaran yang dihabiskan mencapai Rp 3,4 triliun.

    Khusus untuk wisma atlet, pemerintah menyediakan dua blok saja, yaitu C2 dan D10. Di Blok C2, dibangun tiga tower dengan jumlah 1.932 unit rumah susun. Sedangkan di Blok D10, berdiri tujuh menara dengan 5.494 unit.

    Satu unit rusun bertipe 36 mempunyai fasilitas dua kamar tidur, ruang tamu, dapur, dan kamar mandi. Satu unit sanggup menampung tiga orang. Secara keseluruhan, dua blok tower yang dialokasikan mendukung Asian Games bisa menampung 22.278 penghuni.

    Nantinya, seusai pelaksanaan Asian Games 2018, bangunan rusun akan dimanfaatkan sebagai hunian bagi penduduk kelas menengah bawah di Jakarta. Hadir dalam peninjauan, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, dan Menteri Olahraga Imam Nahrawi.

    ADITYA BUDIMAN



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Harley Davidson dan Brompton dalam Daftar 5 Noda Garuda Indonesia

    Garuda Indonesia tercoreng berbagai noda, dari masalah tata kelola hingga pelanggaran hukum. Erick Thohir diharapkan akan membenahi kekacauan ini.