Ridwan Kamil Sesalkan Intimidasi dalam Ibadah Kebaktian di Sabuga

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil dalam konferensi pers informasi penamparan seorang sopir di Bandung, 21 Maret 2016. Sopir yang mengaku ditampar tersebut merupakan pengemudi angkutan gelap. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil dalam konferensi pers informasi penamparan seorang sopir di Bandung, 21 Maret 2016. Sopir yang mengaku ditampar tersebut merupakan pengemudi angkutan gelap. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.CO, Bandung - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengeluarkan pernyataan resmi ihwal penghentian ibadah kebaktian kebangunan rohani (KKR) di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) lewat akun Facebook-nya.

    Kegiatan KKR yang dipimpin oleh Pendeta Stephen Tong terhenti lantaran dihalang-halangi beberapa organisasi massa Islam‎ di Sabuga, Selasa malam, 6 November 2016.

    Baca juga:
    Ormas Protes, Kebaktian Pendeta Stephen Tong Dihentikan

    "Setelah ditelusuri, dengan ini saya menyampaikan beberapa hal. ‎Pertama, hak beribadah adalah hak fundamental warga Indonesia yang dijamin oleh Pancasila dan UUD 1945," kata Ridwan, Rabu, 7 Desember 2016.

    Kemudian, Ridwan Kamil melanjutkan, warga Bandung adalah warga yang cinta damai, toleran, dan hidup sehari-hari dalam landasan Pancasila. "‎Menyesalkan terjadinya kendala dalam beribadah karena dinamika koordinasi," ujar Ridwan.

    ‎Ridwan menyesalkan kehadiran dan intimidasi ormas keagamaan yang tidak pada tempatnya dan tidak sesuai dengan peraturan dan semangat Bhinneka Tunggal Ika. "‎Selama sifatnya insidental, tidak ada masalah dengan kegiatan keagamaan yang menggunakan bangunan publik, seperti Gedung Sabuga," tutur Ridwan Kamil.

    Dalam proses koordinasi, panitia KKR menyepakati bahwa kegiatan ibadah di Sabuga hanya akan berlangsung siang hari dan berhasil dilaksanakan pukul 13.00-16.00 WIB. "‎Menyesalkan miskoordinasi antara panitia dan pihak aparat dalam pengamanan kegiatan ini ketika panitia ingin melaksanakan acara tambahan pada malam hari, yang berbeda dengan surat kesepakatan," ujar Ridwan Kamil.

    Pemerintah Kota Bandung bersama panitia KKR, ia melanjutkan, akan mengupayakan waktu dan tempat pengganti, agar umat Kristiani yang semalam terhambat bisa melaksanakan kegiatan ibadah Natal sebaik-baiknya.‎ ‎"Pemerintah Kota Bandung memohon maaf atas ketidaknyamanan dan semoga pada masa depan koordinasi kegiatan ini bisa dilakukan dengan lebih baik oleh semua pihak," kata Ridwan.

    PUTRA PRIMA PERDANA

    Baca juga:
    Korban Gempa Aceh Bertambah, Alat Berat Dikerahkan di Lokasi
    Gempa Aceh, Korban Meninggal Sudah Mencapai 25 Orang


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Salip Menyalip Tim Sepak Bola Putra Indonesia Versus Vietnam

    Timnas U-23 Indonesia versus Vietnam berlangsung di laga final SEA Games 2019. Terakhir sepak bola putra meraih emas di SEA Games 1991 di Filipina.