Demo 212, Massa Penuhi Kawasan Matraman-Salemba  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peserta Aksi Bela Islam III memenuhi Jalan Medan Merdeka Barat, Jalan Medan Merdeka Selatan, dan Jalan MH Thamrin menjelang Salat Jumat, Jakarta, 2 Desember 2016. Tempo/Arkhelaus

    Peserta Aksi Bela Islam III memenuhi Jalan Medan Merdeka Barat, Jalan Medan Merdeka Selatan, dan Jalan MH Thamrin menjelang Salat Jumat, Jakarta, 2 Desember 2016. Tempo/Arkhelaus

    TEMPO.CO, Jakarta – Aksi unjuk rasa 2 Desember 2016 dimulai pada pukul 08.00. Namun, hingga siang hari, pergerakan massa menuju Monas masih terlihat. Setidaknya, berdasarkan pengamatan Tempo, pergerakan massa itu terlihat di sepanjang Jalan Matraman Raya hingga Salemba Raya.

    Jalan yang biasa lengang sekitar pukul 09.00 WIB, kali ini hingga pukul 09.40 masih dipadati kendaraan yang didominasi sepeda motor. “Lampu merah di depan (perempatan Matraman Raya) sudah enggak berfungsi kalau jalanan padat begini,” ujar Supriyanto, warga Matraman.

    Selain itu, massa terlihat berjalan beriringan di trotoar sepanjang perempatan lampu merah Matraman hingga kampus Universitas Indonesia di Salemba. Seluruhnya menggunakan pakaian putih dan ikat kepala merah-putih.

    Baca: Demo 212, Pengamanan SCBD Tak Diperketat

    Beberapa bus pun terlihat penuh mengangkut rombongan berpakaian putih ke arah yang sama. Berbagai jenis bendera berkibar. Masyarakat yang berada di sekitar kawasan tersebut pun turut mendokumentasikan momentum tersebut dengan kamera ponsel mereka.

    Aksi 2 Desember ini merupakan kelanjutan dari aksi sebelumnya pada 4 November lalu. Fokus dari aksi ini, menurut Imam Besar Front Pembela Islam Rizieq Shihab, bertujuan menuntut penegakan hukum terhadap kasus penistaan agama yang diduga dilakukan Gubernur DKI nonaktif Basuki Tjahaja Purnama. 

    AISHA SHAIDRA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.