Yenny Wahid: Ruang Publik Kini Dipenuhi Hujatan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sinta Nuriyah (tengah) Istri Presiden Keempat Indonesia, Abdul Rahman Wahid,  bersama anaknya dan Yenny Wahid (Anak Gusdur) mendeklarasikan Hari Toleransi se-Dunia 2016, di Universitas Negeri Jakarta, Rawamangun, Jakarta, Jalan Rawamangun Muka, Rabu malam 16 November 2016. TEMPO/Ihsan Reliubun

    Sinta Nuriyah (tengah) Istri Presiden Keempat Indonesia, Abdul Rahman Wahid, bersama anaknya dan Yenny Wahid (Anak Gusdur) mendeklarasikan Hari Toleransi se-Dunia 2016, di Universitas Negeri Jakarta, Rawamangun, Jakarta, Jalan Rawamangun Muka, Rabu malam 16 November 2016. TEMPO/Ihsan Reliubun

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Eksekutif Wahid Institute Zannuba Ariffah Chafsoh memberikan orasi kebangsaan dalam acara Nusantara Bersatu. Dalam orasinya, Yenny Wahid—panggilan akrab Zannuba—mengingatkan bahwa Indonesia dibangun atas dasar patriotisme dan rasa cinta Tanah Air serta komitmen terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.

    "Negara ini diperjuangkan oleh founding fathers kita, salah satunya Hasyim Ashari, yang selalu mengingatkan kita bahwa patriotisme dan rasa cinta Tanah Air adalah bagian dari iman," kata Yenny di silang Monas, Jakarta, Rabu, 30 November 2016.

    Putri kedua Abdurrahman Wahid itu menilai, saat ini, ruang publik diisi hujatan terhadap perbedaan. Menurut Yenny, ini hanya akan melonggarkan ikatan persaudaraan sebagai bangsa. "Boleh marah, tersinggung pada ucapan sesama warga bangsa, tapi ingat, kita satu keluarga," ucapnya.

    Dalam acara yang dipenuhi ribuan pelajar sekolah menengah ini, Yenny menuturkan masyarakat harus menjunjung persatuan dan ketahanan negara. "Saya yakin Indonesia adalah surga dunia," ujarnya.

    Indonesia, kata dia, adalah negara yang unik dengan segala perbedaan yang disatukan dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Di sini, anak-anak bebas bersekolah. "Di Afghanistan, anak perempuan mau sekolah ditembak Taliban," ucapnya. Ia berharap para pelajar mampu menyebarkan kerukunan kepada semua warga negara.

    Sejumlah tokoh juga hadir dalam acara Nusantara Bersatu,  seperti Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian, Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal M. Iriawan, pelaksana tugas Gubernur DKI Jakarta Sumarsono, dan Ketua DPP Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia Dito Ariotedjo.

    ARKHELAUS W.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.