Jombang dan Mojokerto Gelar Doa Bersama dan Ikrar Kebangsaan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah Anggota Barisan Ansor Serbaguna Nahdlatul Ulama (Banser NU) berpawai dalam acara peringatan Hari Lahir Nahdatul Ulama, di Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (17/7). Sebanyak 30 ribu Banser Nahdlatul Ulama (NU) dikerahkan untuk mengamankan acara puncak peringatan Hari Kelahiran ke-85 Nahdlatul Ulama (Harlah NU) yang jatuh pada hari ini. TEMPO/Seto Wardhana

    Sejumlah Anggota Barisan Ansor Serbaguna Nahdlatul Ulama (Banser NU) berpawai dalam acara peringatan Hari Lahir Nahdatul Ulama, di Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (17/7). Sebanyak 30 ribu Banser Nahdlatul Ulama (NU) dikerahkan untuk mengamankan acara puncak peringatan Hari Kelahiran ke-85 Nahdlatul Ulama (Harlah NU) yang jatuh pada hari ini. TEMPO/Seto Wardhana

    TEMPO.CO, Jombang - Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Jombang, Kabupaten Mojokerto, dan Kota Mojokerto menggelar doa bersama dan ikrar kebangsaan, Rabu, 30 November 2016. Kegiatan digelar pagi ini mulai pukul 07.00 WIB.

    Kegiatan tersebut dilakukan terpisah di dua tempat berbeda. Kegiatan doa bersama dan ikrar kebangsaan masyarakat Jombang dipusatkan di Masjid Agung dan Alun-Alun Kabupaten Jombang. Sedangkan kegiatan bertajuk Nusantara Bersatu yang digagas Pemerintah Kota Mojokerto dan Kabupaten Mojokerto dipusatkan di Lapangan Surodinawan, Kota Mojokerto.

    Kegiatan tersebut diikuti jajaran pejabat pemerintah kabupaten dan kota setempat, TNI, Polri, Majelis Ulama Indonesia (MUI), organisasi keagamaan, organisasi masyarakat, organisasi kepemudaan, santri, pelajar, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.

    “Kegiatan ini untuk menguatkan rasa persatuan dan kesatuan NKRI di tengah situasi masyarakat yang rentan terpecah belah,” kata Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Jombang Zulfikar Dawam Ikhwanto.

    Kegiatan ini dilakukan saat isu ras dan agama sedang jadi alat propaganda terkait kasus penistaan agama yang disangkakan pada calon Gubernur DKI Jakarta petahana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. “Tema kegiatan ini Nusantara Bersatu, Indonesiaku, Indonesiamu, Indonesia Kita Bersama, Bhinneka Tunggal Ika,” ujarnya.

    Selain doa bersama, menurut Zulfikar, Barisan Serbaguna (Banser) sebagai bagian dari Ansor juga akan menggelar apel kebangsaan. “Sekitar jam 9 Banser dan Ansor juga menggelar apel dan doa untuk keselamatan bangsa,” katanya.

    Kegiatan ini untuk meredam agar masyarakat di daerah tidak ikut serta dalam aksi demonstrasi umat Islam 2 Desember 2016 terkait kasus penistaan agama yang disangkakan pada Ahok. Bahkan pengurus NU Jombang melarang kaum Nahdliyin ikut dalam demo tersebut.

    “Kami melarang semua elemen NU untuk ikut demo tersebut karena rentan ditunggangi kepentingan politik dan gerakan makar,” kata Wakil Rais Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang KH Abdussalam Sokhib.

    Sementara itu, apel kebangsaan bertajuk Nusantara Bersatu juga digelar di Lapangan Surodinawan, Kota Mojokerto. “Kegiatan ini melibatkan seluruh komponen bangsa di wilayah Kota dan Kabupaten Mojokerto, diperkirakan pesertanya mencapai 4.000 orang,” kata Kepala Penerangan Komando Resor Militer 082 Citra Panca Yudha Jaya (CPYJ) Mayor Imam Duhri.

    Kegiatan ini berisi doa bersama, menyanyikan lagu kebangsaan, dan orasi dari Wali Kota Mojokerto, Bupati Mojokerto, serta Komandan Korem 082 Citra Panca Yudha Jaya (CPYJ). Doa bersama akan dilakukan oleh perwakilan dari seluruh tokoh agama, baik Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Budha. “Setelah acara selesai, kita akan sarapan pagi bersama,” ujar Imam.

    Baca:
    Semifinal Piala AFF di Stadion Pakansari, Ini Jadwal Timnas
    SBY Tulis Petuah Panjang Lebar, Jokowi Geleng Kepala
    Situasi Memanas, Jokowi Kerap Ditanya Pengusaha Soal Politik

    ISHOMUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.