Din Syamsuddin: Massa Aksi 212 Akan Menolak Isu Makar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Dewan Pertimbangan MUI Din Syamsuddin mewakili beberapa organisasi masyarakat dan lembaga islam, menyikapi dijadikannya calon Gubernur DKI Jakarta inkumben, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai tersangka dugaan penistaan agama di  Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, 16 November 2016. TEMPO/Chitra

    Ketua Dewan Pertimbangan MUI Din Syamsuddin mewakili beberapa organisasi masyarakat dan lembaga islam, menyikapi dijadikannya calon Gubernur DKI Jakarta inkumben, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai tersangka dugaan penistaan agama di Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, 16 November 2016. TEMPO/Chitra

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia Din Syamsuddin mengatakan adanya makar dalam aksi damai 2 Desember mendatang adalah isu yang dibesar-besarkan. Kalaupun ada, Din mengatakan pemerintah harus bisa membuktikannya.

    "Kalau ada yang punya keinginan di bangsa yang besar ini sangat mungkin, tapi itu harus dibuktikan," kata Din di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, Rabu malam, 23 November 2016.

    Din mengatakan ia tak tahu persis mengenai adanya isu makar itu. Namun, ia memastikan jika aksi demo 2 Desember mendatang ditunggangi aktor politik, massa akan menolaknya.

    "Siapapun, seberapapun besarnya jika ingin memakzulkan pemerintahan Jokowi yang sah, itu akan ditolak mentah-mentah oleh massa. Bukan itu isu kami," kata Din.

    Din pun mewanti-wanti agar tak ada yang mengail di air yang keruh pada demo 2 Desember mendatang. Ia mengatakan MUI, Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, dan organisasi islam lainnya akan berkomitmen menolak gelagat yang merongrong pemerintahan yang sah.

    Meski demikian, Din meminta agar pemerintah serius menangani penistaan agama yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok itu. "jika pemerintah terkesan tidak sungguh-sungguh, apalagi ada bukti-bukti yang berkaitan, ini akan menyulut emosi massa," ujar dia.

    MAYA AYU PUSPITASARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.