Soal Ajakan Rush Money, Tito Karnavian : Itu Hoax

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolri Jenderal Tito Karnavian saat menyambangi Polda Metro Jaya untuk menghadiri peluncuran buku 'Maximus dan Gladiator Papua', 16 November 2016. Tempo/Egi Adyatama

    Kapolri Jenderal Tito Karnavian saat menyambangi Polda Metro Jaya untuk menghadiri peluncuran buku 'Maximus dan Gladiator Papua', 16 November 2016. Tempo/Egi Adyatama

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Tito Karnavian menyatakan dengan tegas bahwa kabar mengenai ajakan penarikan uang besar-besaran di bank (rush money) adalah tidak benar.

    “Saya nyatakan itu adalah hoax,” ujar Tito di Kantor Majelis Ulama Indonesia, Jumat, 18 November 2016.

    Sebelumnya, beredar kabar di media sosial bahwa akan ada gerakan penarikan uang besar-besaran (rush money). Gerakan itu diisukan terjadi di tengah situasi perkara Ahok yang memanas.

    Informasi yang beredar, rush money digaungkan menjelang demonstrasi susulan terhadap kasus dugaan penistaan agama oleh Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

    Tito dengan tegas menepis isu rush money tersebut. Ia mengatakan kondisi Indonesia saat ini sangat aman. Sementara demonstrasi yang berlangsung terhadap kasus Ahok adalah murni masalah hukum dan tidak berkaitan dengan masalah lain.

    Menurut Tito, isu mengenai rush money juga tidak bisa dibuktikan sekarang. Ia meminta agar publik tak terprovokasi. “Sumbernya enggak jelas, faktanya enggak ada.”

    Tito mengimbau agar masyarakat tetap tenang. Ia telah memerintahkan kepada Badan Reserse Kriminal dan Polda Metro Jaya untuk mengusut tuntas isu rush money tersebut.

    Melalui unit cyber, kepolisian segera melacak dan menangkap pihak-pihak yang menyebarkan isu tersebut di media sosial.

    DANANG FIRMANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.