Vonis Kasus YY: Hukuman Mati, 20 Tahun Penjara, dan Denda 2 M

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang anak memegang Pin bertuliskan solidaritas untuk YY saat aksi solidaritas untuk Yuyun di kawasan Sudirman Makassar, Sulawesi Selatan, 8 Mei 2016. Dalam aksi tersebut mereka mengumpukan petisi tanda tangan sebagai bentuk kecamaan dan dukungan hukuman yang berat bagi 14 pelaku pemerkosaan dan pembunuhan Yuyun. TEMPO/Iqbal Lubis

    Seorang anak memegang Pin bertuliskan solidaritas untuk YY saat aksi solidaritas untuk Yuyun di kawasan Sudirman Makassar, Sulawesi Selatan, 8 Mei 2016. Dalam aksi tersebut mereka mengumpukan petisi tanda tangan sebagai bentuk kecamaan dan dukungan hukuman yang berat bagi 14 pelaku pemerkosaan dan pembunuhan Yuyun. TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.COBengkulu - Majelis hakim Pengadilan Negeri Kelas II-B Curup menjatuhkan putusan hukuman mati terhadap Zainal, 23 tahun, otak dari kasus pembunuhan dan pemerkosaan terhadap YY, 14 tahun, siswi SMP Padang Ulak Tanding, Kabupaten Rejang Lebong, pada Kamis, 29 September 2016.

    Empat pelaku dewasa, Tomi Wijaya, Masbobi, Muhammad Suket, dan Faisal Eldo Syaisah, divonis hukuman penjara selama 20 tahun dan denda Rp 2 miliar subsider 3 bulan penjara.

    "Secara sah dan meyakinkan kelima terdakwa terbukti melakukan kekerasan dan memaksa anak melakukan persetubuhan dengannya dan orang lain serta melakukan kekerasan sehingga menyebabkan anak mati," kata Heny Faridha, ketua majelis hakim, dalam putusan sidang.

    Majelis hakim mengatakan, dalam fakta persidangan, terdakwa Zainal terbukti, setelah memperkosa korban, merencanakan pembunuhan untuk menutupi perbuatannya.

    "Keputusan ini diharapkan tidak hanya memenuhi asas keadilan bagi korban, tapi juga bagi masyarakat di Rejang Lebong dan lebih luas lagi Indonesia agar tidak terpancing melakukan tindakan kejahatan serupa," kata majelis hakim, masih dalam amar putusannya.

    Suasana pembacaan keputusan pun terasa sangat tegang. Itu terlihat ketua majelis hakim Heny Faridha menatap tajam para terdakwa, selama hakim anggota lain membacakan amar putusan.

    Orang tua YY, YN dan YK, terlihat menyimak pembacaan putusan. Namun, saat putusan vonis dibacakan, sang ibu mengamuk berusaha mengejar para terdakwa. Kedua orang tua YY tidak terima jika empat pelaku lain hanya dihukum 20 tahun penjara.

    "Seharusnya mereka semua dihukum hukuman mati," teriak YN, yang kemudian bersama suaminya dibawa keluar dari Pengadilan Negeri Curup.

    Sebelumnya, pengadilan Curup telah memutuskan MJE, 14, menerima hukuman rehabilitasi selama 1 tahun di Lembaga Pelayanan Kesejahteraan Sosial (LPKS) Bambu Apus dan memvonis 10 tahun penjara ditambah 6 bulan latihan kerja kepada tujuh pelaku anak. Insiden pemerkosaan dan pembunuhan itu terjadi pada 10 Mei 2016. Selengkapnya kasus Yuyun baca di sini.

    PHESI ESTER JULIKAWATI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.