Serukan Isu Papua di PBB, 8 Anggota Komite Ditahan Polisi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah massa yang tergabung dalam Komite Nasional Papua Barat (KNPB) menggelar aksi di depan gapura kampus Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura, Papua, 2 Mei 2016. tabloidjubi.com

    Sejumlah massa yang tergabung dalam Komite Nasional Papua Barat (KNPB) menggelar aksi di depan gapura kampus Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura, Papua, 2 Mei 2016. tabloidjubi.com

    TEMPO.COJakarta - Direktur PT Jujur Bicara Papua (Jubi) Victor Mabor mengatakan delapan anggota Komite Nasional Papua Barat (KNPB) ditahan Kepolisian Resor Yahukimo, Papua, pagi ini. Kedelapan orang itu ditahan lantaran menyebarkan selebaran yang berisi ajakan menyuarakan aspirasi bersama pada 19 September 2016.

    “Isinya, mereka bilang seruan aksi bersama memberikan dukungan untuk masalah Papua dibicarakan di sidang umum Perserikatan Bangsa-Bangsa,” kata Victor saat dihubungi Tempo, Sabtu, 17 September 2016.

    Victor menceritakan warga Dekai, Yahukimo, sempat mendatangi Polres Yahukimo untuk mendesak polisi membebaskan delapan anggota KNPB. 

    Namun upaya itu gagal karena rombongan dibubarkan paksa oleh polisi. Kontributor Jubi, kata dia, mendengar seorang polisi memuntahkan tembakan peringatan untuk membubarkan massa.

    Menurut Victor, hingga kini delapan orang tersebut masih ditahan di Polres Yahukimo. Ia belum mengetahui pasti motif polisi menahan anggota KNPB. Namun diduga erat kaitannya dengan persoalan Papua yang akan diangkat dalam sidang umum PBB.

    Sementara itu, Sidang Umum PBB ke-71 akan berlangsung di New York pada 19-24 September 2016. Dalam sidang itu, rencananya akan dibahas pula isu Papua.

    Victor mengatakan kontributor Jubi, Piter Lokon, juga mendapat respons negatif. Ia mengatakan Piter mendapat intimidasi berupa todongan pistol oleh anggota Brigade Mobil (Brimob). Polisi dari Polres Yahukimo pun melarang Piter mengambil gambar.

    Polisi memaksa Piter menghapus foto-foto atas kejadian penangkapan delapan anggota KNPB. Menurut Victor, saat Piter beranjak ke Pasar Yahukimo di Jalan Jenderal Sudirman, Kepala Polres Yahukimo dan wakilnya mengikuti Piter. Mereka melarang Piter meliput. “Mereka cuma bilang saja tidak boleh meliput,” katanya.

    DANANG FIRMANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.