Idul Adha, PT KAI Tambah Gerbong dan Perjalanan ke Jakarta  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah orang antre di loket Ruang Reservasi Tiket, Stasiun Surabaya Kota Gubeng, Surabaya,  (26/7). ANTARA/Eric Ireng

    Sejumlah orang antre di loket Ruang Reservasi Tiket, Stasiun Surabaya Kota Gubeng, Surabaya, (26/7). ANTARA/Eric Ireng

    TEMPO.CO, Surabaya - PT Kereta Api Indonesia menambah gerbong kereta api untuk perjalanan ke Jakarta dalam rangka menghadapi hari raya Idul Adha. "Kami prediksi penumpang tahun ini naik 5 persen dibanding Idul Adha tahun lalu," ujar Humas Daerah Operasional 8 Gatut Sutiyatmoko di kantornya, Kamis, 8 September 2016.

    Gatut mengatakan ada tiga kereta tujuan Jakarta yang masing-masing ditambah satu gerbong. Ketiga kereta itu adalah Kereta Api Bangunkarta (Stasiun Gubeng Surabaya ke Stasiun Gambir Jakarta), Kereta Api Sembrani (Stasiun Pasarturi Surabaya ke Stasiun Gambir Jakarta), dan Kereta Api Gajayana (Malang ke Stasiun Gambir Jakarta).

    "Tambahan gerbong di tiga kereta itu juga berlaku ke arah sebaliknya. Jadi, pulang-pergi," ujarnya.

    Selain menambah masing-masing satu gerbong, PT KAI menambah frekuensi perjalanan Kereta Api Ekonomi Baru tujuan Stasiun Gubeng Surabaya ke Stasiun Pasar Senen Jakarta. Dari yang awalnya dijadwalkan seminggu sekali pada hari Minggu ditambah jadwal keberangkatannya pada 4, 7, 9, 12 September 2016. "Penambahan ini khusus Idul Adha saja," tuturnya.

    PT KAI juga menambah satu gerbong pada Kereta Api Sancaka rute Surabaya-Yogyakarta. Penambahan gerbong ke arah Yogyakarta dilakukan karena jumlah penumpang yang ke Yogyakarta dinilai akan naik. "Tambahan ini juga berlaku untuk arah sebaliknya, pulang-pergi," katanya.

    Gatut mengimbau agar calon penumpang segera memprogram jadwal liburan Idul Adha dan segera memesan tiket selama masih ada. Jangan sampai pembelian mendadak atau go show sehingga kehabisan tiket.

    EDWIN FAJERIAL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.