Satu Travel Haji Bermasalah Menolak Kembalikan Uang Jamaah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebanyak 168 WNI calon haji menyelesaikan imigration clearance di bandara international Filipina, 4 September 2016. dok. Direktorat PWNI Kementerian Luar Negeri

    Sebanyak 168 WNI calon haji menyelesaikan imigration clearance di bandara international Filipina, 4 September 2016. dok. Direktorat PWNI Kementerian Luar Negeri

    TEMPO.COMakassar - PT Aulad Amin seolah tidak kapok menjelajah bisnis pengiriman calon haji. Agen perjalanan ini kembali akan memberangkatkan jemaah ke Tanah Suci pada tahun depan.

    "Insya Allah kami tetap urus tahun depan," kata pengurus PT Aulad Amin, Farida Fatmawati Angka, Ahad, 4 September 2016.

    Farida merupakan wakil ketua rombongan haji via Filipina yang turut dipulangkan ke Tanah Air. PT Aulad Amin menjadi satu dari sejumlah penyedia jasa travel yang memberangkatkan calon haji melalui Filipina. Adapun travel ini tidak terdaftar di Kementerian Agama Sulawesi Selatan.

    Farida, bersama Direktur PT Aulad Amin Natsir Amin, ikut mendampingi 60 dari 95 calon haji dari Sulawesi Selatan. Menurut dia, PT Aulad tidak akan mengembalikan uang jemaah yang telah dibayarkan. Para jemaah dianggap ikhlas mendaftar di travel Aulad Amin untuk diberangkatkan ke Tanah Suci.

    "Kalau mereka minta uang kembali, tahun depan tidak ada yang akan urus keberangkatan mereka," ujar Farida.

    Farida akan tetap memberangkatkan jemaah yang tahun ini batal berangkat. "Tentu akan didaftarkan melalui jalur yang sesuai dengan regulasi pemerintah," katanya.

    Farida mengatakan PT Aulad Amin sudah dua tahun memberangkatkan jemaah haji. Tahun lalu ada sekitar 100 calon haji yang diberangkatkan melalui Kota Bogor, Jawa Barat. Tahun ini, kata Farida, jemaah melalui jalur Filipina berjumlah 200 orang. Sudah ada 140 orang yang tiba di Arab Saudi. "Tapi saya dengar mereka juga akan dipulangkan," ucapnya.

    Bagaimana Aulad Amin memilih jalur Filipina? Menurut Farida, pihaknya memiliki banyak rekan bisnis di Malaysia. "Kami memanfaatkan itu untuk mencari jalur ke Filipina dan ternyata dapat," ujarnya.

    Seorang calon haji asal Kabupaten Barru, Wardah, mengatakan berangkat melalui jasa travel PT Taskiyah. Dia mengaku membayar Rp 150 juta untuk berhaji melalui Filipina. "Saya diajak mengurus paspor dan bisa ke Filipina sebelum berangkat haji," katanya.

    Perwakilan Kementerian Luar Negeri, Bunyam Saptomo, mengatakan masyarakat harus waspada dan jeli melihat travel resmi. Menurut dia, banyak travel perjalanan yang menawarkan berangkat haji tapi ternyata ilegal.

    "Silakan mendaftar di agen travel yang resmi dan memiliki izin operasional," ucap Bunyam.

    ABDUL RAHMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.