Disebut sebagai Kader PDIP, Ridwan Kamil: Saya Belum Berwarna

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, dalam konferensi pers terkait beredarnya informasi dirinya yang menampar sopir di Bandung, 21 Maret 2016. Kang Emil mengatakan hanya memegang dagu seorang sopir. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, dalam konferensi pers terkait beredarnya informasi dirinya yang menampar sopir di Bandung, 21 Maret 2016. Kang Emil mengatakan hanya memegang dagu seorang sopir. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.COBandung - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menanggapi pernyataan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Jawa Barat yang mengatakan dia hampir dipastikan menjadi kader PDIP. Ridwan pun seperti memberi sinyal positif. "Saya masih sedang mempelajari plus-minusnya dan sedang belajar ideologi-ideologinya," katanya saat ditemui di Hotel Amaroosa, Jalan Aceh, Kota Bandung, Kamis, 1 September 2016.

    Meski demikian, Ridwan belum bisa mengambil keputusan. Sebab, dia masih berat menanggalkan status pegawai negeri sipil (PNS). "Saya mah belum punya warna, status hukum saya masih PNS," ujarnya.

    Ridwan mengakui PDIP bukan menjadi salah satu tujuannya melanjutkan karier politiknya ke jenjang lebih tinggi. "Nanti di hari yang tepat, mungkin menjelang pilkada, barulah saya akan ambil keputusan besar terkait dengan aspirasi dan warna politik saya," ucapnya.

    BacaKenapa Ahok Akhirnya Pilih Jalur Partai di Pilkada DKI?

    Sekretaris DPD PDIP Jawa Barat Abdi Yuhana sebelumnya mengatakan Ridwan Kamil tinggal selangkah lagi resmi menjadi kader PDIP. Menurut Abdi, Ridwan sudah beberapa kali mengadakan pertemuan dengan Ketua DPD PDIP Jawa Barat T.B. Hasanudin untuk membahas niat orang nomor satu di Kota Bandung itu menjadi kader.

    "Pak Ridwan Kamil sudah ketemu Pak T.B. Hasanudin untuk membicarakan persiapan Pak Ridwan menjadi kader PDIP," ujarnya saat dihubungi Tempo melalui telepon seluler, Kamis, 1 September 2016.

    Bukan hanya komunikasi politik lewat DPD PDIP Jawa Barat, Abdi mengatakan, Ridwan Kamil juga menjalin komunikasi politik dengan Dewan Pengurus Pusat (DPP) PDIP. Salah satu bentuk komunikasi politiknya adalah undangan menjadi pembicara dalam acara internal PDIP, yakni Sekolah Calon Kepala Daerah, yang digelar di Depok, Jawa Barat, 30 Agustus 2016. "Ini undangan kedua untuk Pak Ridwan Kamil. Sinyalnya memang ingin menjadi kader PDIP karena dianggap berhasil membangun daerahnya, maka DPP Partai mengundang Pak Ridwan sebagai narasumber dalam Sekolah Partai Calon Kepala Daerah," tuturnya.

    Baca pulaTerpidana Ikut Pilkada, Ini Kata KPU

    PDIP pun menganggap serius niat Ridwan Kamil menjadi kader. Meski belum resmi, partai berlambang banteng moncong putih itu sudah menganggap Ridwan sebagai bagian dari PDIP. "Ya, secara formal belum membuat kartu tanda anggota, tapi kelihatannya komunikasi dengan ketua DPD cikalnya ke sana (jadi kader)," katanya.

    Abdi tidak mengatakan kapan Ridwan Kamil akan resmi menjadi kader PDIP. Menurut dia, komunikasi politik ketiga yang akan dilakukan secepatnya dipastikan bakal menemui kesepakatan kedua belah pihak. "Kalau yang bersangkutan sudah siap, ikhlas menjadi anggota, tidak terlalu sulit. Karena PDIP partai terbuka, siapa pun bisa jadi kader," katanya.

    PUTRA PRIMA PERDANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.