Digempur Water Bombing, Titik Panas di Riau Teratasi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Api membakar pepohonan dan semak belukar ketika terjadi kebakaran lahan di Desa Kualu, Kampar, Riau, 14 Agustus 2016. Sejak sepekan terakhir titik panas (hot spot) di Provinsi Riau terus mengalami peningkatan. ANTARA FOTO

    Api membakar pepohonan dan semak belukar ketika terjadi kebakaran lahan di Desa Kualu, Kampar, Riau, 14 Agustus 2016. Sejak sepekan terakhir titik panas (hot spot) di Provinsi Riau terus mengalami peningkatan. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menambah dua  helikopter water bombing untuk menanggulangi kebakaran hutan dan lahan di Riau. Total ada lima helikopter water bombing yang dikerahkan BNPB, yang terdiri atas dua unit helikopter jenis MI-171, MI-8 Sikorsky S61, dan Bolcow 105.

    Selain itu, ada dua pesawat air tractor water bombing dan satu pesawat CASA TNI AU untuk memnikin hujan buatan. “Satuan petugas (satgas) udara terus menggempur hotspot kebakaran hutan dan lahan dari udara dan menyemai awan-awan potensial yang menjadi hujan,” ujar Kepala BNPB Willem Rampangilei dalam keterangan tertulisnya pada Selasa, 30 Agustus 2016.

    Willem mengatakan 800 kilogram garam dapur (NaCl) telah ditebarkan ke awan-awan potensial di ketinggian 9.500 kaki di atas daerah Pelawan, Siak, dan Pekanbaru. Total, ada 40 ton garam dapur digunakan untuk hujan buatan di Riau. Saat ini masih tersedia 9,5 ton garam dapur untuk hujan buatan.

    Baca Juga: Satelit Deteksi 288 Titik Panas Kebakaran Hutan dan Lahan

    Satgas darat dari TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, Damkar, Basarnas, Masyarakat Peduli Api, dan relawan terus memadamkan api di darat. Willem berujar, untuk memperkuat satgas darat, telah datang bantuan dua Satuan Setingkat Kompi 200-300 personel dari Kodam I Bukit Barisan. “Mereka akan diperbantukan untuk memadamkan api dan menjaga wilayah-wilayah yang rawan dibakar,” katanya.

    Setelah sejumlah upaya intensif dilakukan, Willem menuturkan hasil yang didapat signifikan. Hutan dan lahan yang terbakar di Tanah Putih dan Pujud Kabupaten Rokan Hilir telah padam. Secara umum, kebakaran berhasil dipadamkan. Ddari pengamatan visual, masih ditemukan asap yang sangat tipis keluar dari lahan bercampur uap air. “Udara secara umum cerah.”

    Hasil serupa ditunjukkan pantauan satelit MODIS dari NASA pada Selasa sore, sekitar pukul 16.30 WIB, yang menyebutkan di Riau hanya terdeteksi satu hotspot. Kualitas udara juga berkisar mulai baik hingga sedang. “Sudah tidak ada kualitas udara yang tidak sehat seperti sebelumnya,” ujar Willem.

    Simak: Deteksi Kebakaran Hutan, Sinar Mas Siapkan Menara Thermal

    Jarak pandang di Pekanbaru 7 kilometer, Rengat 9 kilometer, Dumai 6 kilometer, dan Pelalawan 10 kilometer. Hujan juga dilaporkan terjadi di banyak tempat, yaitu Pekanbaru, Rengat, Bengkalis, Kampar, dan lainnya.

    Meski demikian, BNPB tetap mengingatkan masyarakat waspada. Sebab, ancaman masih akan berlangsung hingga September. “Saya tetap arahkan agar jangan lengah. Tetap maksimalkan kekuatan untuk kegiatan patroli dan pengawasan serta pemadaman secara dini.”

    GHOIDA RAHMAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.