Ratusan Penduduk Mulai Mengungsi Akibat Asap Kebakaran Hutan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga mengambil foto di dekat roda observasi Singapore Flyer yang diselimuti oleh kabut, di Singapura, 26 Agustus 2016. Kabut asap kebakaran hutan di Riau kembali menyerang Singapura dan negara tetangga. REUTERS/Edgar Su

    Warga mengambil foto di dekat roda observasi Singapore Flyer yang diselimuti oleh kabut, di Singapura, 26 Agustus 2016. Kabut asap kebakaran hutan di Riau kembali menyerang Singapura dan negara tetangga. REUTERS/Edgar Su

    TEMPO.COPekanbaru - Sebanyak 300 keluarga di Kecamatan Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu, Kecamatan Pujud-Rokan Hilir, dan Kecamatan Mandau, Bengkalis, mulai mengungsi akibat terkena dampak asap kebakaran hutan dan lahan. "Asap cukup pekat sehingga penduduk harus segera dievakuasi," kata Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Riau Ajun Komisaris Besar Guntur Aryo Tejo di Pekanbaru, Sabtu, 27 Agustus 2016.

    Guntur mengatakan mayoritas penduduk yang mengungsi adalah petani sawit. Mereka tinggal di area perusahaan perkebunan swasta. Dalam proses evakuasi itu, jajaran Kepolisian Resor Rokan Hulu turut membantu dengan menyediakan kendaraan. "Selain itu, jajaran membagikan masker gratis," ujarnya.

    Guntur melanjutkan, asap yang muncul pada Sabtu ini akibat kebakaran lahan, yang terjadi sejak Senin lalu. Namun kepekatan asap hari ini sangat parah lantaran kebakaran meluas, sedangkan proses pendinginan menimbulkan asap tebal. Terlebih, angin kencang bertiup ke arah permukiman penduduk. 

    Guntur mengatakan penduduk sudah dievakuasi ke lapangan Dusun Jurong atau pinggir Sungai Rokan, Desa Bonai, Kecamatan Bonai Darussalam, Rokan Hulu. Sedangkan sebagian penduduk sudah mengungsi lebih dulu ke keluarganya di Kota Duri, Bengkalis. "Untuk sementara, mereka kami ungsikan dulu. Perkembangan selanjutnya akan kami informasikan kembali," tuturnya.

    Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di sejumlah wilayah di Provinsi Riau mulai menimbulkan asap pada akhir pekan ini. Di Pekanbaru, asap kiriman terlihat sejak pagi, tapi berangsur menghilang menjelang siang. Sedangkan di wilayah pesisir Riau, seperti Bengkalis, Rokan Hilir, dan Dumai, kabut asap terpantau semakin tebal.

    Penduduk yang berada di sekitar lokasi kebakaran mulai merasakan dampaknya apabila angin kencang mengirimkan asap ke permukiman penduduk. BMKG Pekanbaru, pada Sabtu sore, menyatakan satelit tidak dapat memantau keberadaan titik api karena terhalang asap. Bahkan kabut asap dilaporkan telah mencapai negara tetangga, Singapura, sehingga menyebabkan kualitas udara di negara Merlion itu menurun.
     
    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.