Banjir Trenggalek Makin Menjadi, Seorang Warga Tewas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bupati Trenggalek Emil Elestianto Dardak saat melihat rumah penduduk yang terkena banjir dini hari tadi, 17 Agustus 2016. TEMPO/HARI TRI WARSONO

    Bupati Trenggalek Emil Elestianto Dardak saat melihat rumah penduduk yang terkena banjir dini hari tadi, 17 Agustus 2016. TEMPO/HARI TRI WARSONO

    TEMPO.CO, Trenggalek - Sekitar 14 desa di Kecamatan Gandusari, Kampak, Pogalan, dan Kota/Kabupaten Trenggalek, diterjang banjir bandang. Banjir yang terjadi pada Rabu dinihari, 17 Agustus 2016, pukul 03.00 WIB, terjadi sengat cepat.

    Warga yang sedang terlelap terlambat mengantisipasi datangnya banjir hingga kerepotan menyelamatkan perabotan. “Kami sedang tidur saat air datang,” kata Mujini, warga Desa Gandusari, Rabu siang.

    Menurut dia, air meluap dari Sungai Tawing dan masuk ke rumah penduduk hingga setinggi di atas satu meter. Kondisi ini membuat warga panik karena terjadi saat suasana gelap. Mereka berusaha mati-matian menyelamatkan benda elektronik ke tempat lebih tinggi untuk menghindari genangan air.

    Mujini berujar banjir itu lebih besar dibanding beberapa hari sebelumnya. Sebab kawasan tersebut merupakan langganan banjir karena berada di lintasan Sungai Tawing. Sehingga setiap hujan deras selalu terjadi banjir dalam intensitas berbeda.

    Ketinggian air cukup dalam terjadi di wilayah Desa Karanganyar dukuh Nglaban Kecamatan Gandusari. Di tempat ini ketinggian air mencapai satu setengah meter dan mengancam keselamatan warga. Petugas Basarnas dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Trenggalek berusaha menyisir rumah-rumah penduduk untuk mencari warga yang terjebak banjir.

    Bupati Trenggalek Emil Elestianto Dardak terjun langsung memantau kondisi warga yang terkena bencana. Suami artis Arumi Bachsin itu memimpin proses evakuasi sejak subuh. Mengerahkan sejumlah perahu karet, Emil berupaya membujuk warganya untuk meninggalkan rumah. “Tapi masyarakat lebih memilih berada di lingkungan mereka,” ujar Emil kepada Tempo.

    Untuk membantu para korban banjir, pemerintah daerah memprioritaskan penyediaan makanan cepat saji di posko-posko yang didirikan di sekitar lokasi bencana. Petugas Basarnas juga masih menyisir rumah-rumah penduduk yang masuk ke jalan lingkungan sempit dengan perahu karet.

    Emil mengimbuhkan banjir juga diikuti tanah longsor di Dusun Tenggong, Desa Senden, Kecamatan Kampak. Seorang kakek berusia 80 tahun ditemukan tewas tertimpa reruntuhan rumah saat seluruh warga sedang terlelap. “Kami upayakan warga agar mau dievakuasi dan tidak bertahan di rumahnya,” katanya.

    HARI TRI WASONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.