Soal Pengangkatan Sri Mulyani sebagai Menkeu, SBY: Bravo

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (kanan) menerima kunjungan kehormatan Managing Director Bank Dunia Sri Mulyani  di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Selasa (8/11/2011). TEMPO/Tony Hartawan

    Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (kanan) menerima kunjungan kehormatan Managing Director Bank Dunia Sri Mulyani di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Selasa (8/11/2011). TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, JakartaPresiden RI keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menilai keputusan Presiden Joko Widodo mengangkat Sri Mulyani Indrawati (SMI) menjadi Menteri Keuangan dalam Kabinet Kerja sebagai sebuah langkah yang sangat baik.

    "Pengangkatan SMI oleh Presiden Jokowi saya nilai sangat tepat. Bravo. Semoga tekanan berat terhadap APBN dan fiskal bisa segera diatasi," ujar SBY melalui akun twitter pribadinya @SBYudhoyono, Minggu, 14 Agustus 2016.

    Pekan lalu ketika di Bali, SBY enggan biara soal SMI ini. BACA: Ketika SBY Ogah Bicara Politik Ini Alasan Sri Mulyani Mundur dari Kabinet SBY

    Sebagai presiden yang pernah bekerja dengan Sri Mulyani selama tujuh tahun, SBY meyakini Sri Mulyani sangat memahami strategi dan kebijakan pembangunan yang adil, berkelanjutan serta berorientasi pada manusia.

    Selain itu, SBY juga meyakini Sri Mulyani yang pernah menjadi Menteri Keuangan di era kepemimpinannya sangat memahami tentang pertumbuhan adil, pengurangan kemiskinan dan ketimpangan serta tujuan pembangunan berkelanjutan ("sustainable development goals/SDGs"). Terlebih dengan pengalaman Sri Mulyani sebagai mantan pejabat senior Bank Dunia.

    "Ketika tujuh tahun bekerja dengan SMI, SMI sering 'keras dan kritis', meskipun tetap loyal. Menkeu model inilah yang bikin ekonomi aman dan maju," jelas SBY.

    SBY mencermati pernyataan dan langkah-langkah yang diambil oleh Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan dalam Kabinet Kerja memberikan harapan bagi bangsa. Dia mencontohkan Sri Mulyani menggarisbawahi pengelolaan dan penertiban APBN/fiskal, termasuk "spending cut", serta peningkatan penerimaan pajak yang rasional.

    "Pikiran jernih seperti ini juga dimiliki oleh banyak pihak, seperti Wapres Jusuf Kalla, serta sejumlah pejabat negara dan ekonom kita. Solusi seperti itu pula lah yang beberapa kali saya sarankan kepada Bapak Presiden dan pemerintah, terakhir bulan Ramadhan yang lalu," kata SBY.

    SBY yang juga Ketua Umum Partai Demokrat memandang kemungkinan ada banyak pihak yang tidak nyaman dengan langkah Sri Mulyani. Namun menurut dia, langkah Sri Mulyani laksana obat yang mujarab, meskipun pahit akan menyembuhkan.

    SBY menekankan bahwa sejarah mencatat langkah rasional Sri Mulyani bersama Bank Indonesia untuk menyelamatkan perbankan nasional, telah menyelamatkan perekonomian nasional selamat dari krisis global tahun 2008.

    "Saya nilai SMI amat mengerti inti permasalahan ekonomi dua tahun terakhir ini, sehingga solusi yang dipilihnya pun tepat dan diperlukan. Welcome home, Ibu Sri Mulyani. Selamat bertugas.Teruslah bekerja untuk rakyat dan Indonesia yang kita cintai bersama," kata SBY.


    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.