Ini Kata Ombusdman Soal Status Kewarganegaraan Menteri ESDM  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri ESDM baru Arcandra Tahar, bersama Menteri ESDM lama Sudirman Said saat acara serah terima jabatan di Kantor Kementerian  ESDM, Jakarta, 27 Juli 2016. Sudirman Said selama 21 bulan memangku tanggungjawab sebagai menteri dalam Kabinet Kerja. TEMPO/Subekti.

    Menteri ESDM baru Arcandra Tahar, bersama Menteri ESDM lama Sudirman Said saat acara serah terima jabatan di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, 27 Juli 2016. Sudirman Said selama 21 bulan memangku tanggungjawab sebagai menteri dalam Kabinet Kerja. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisioner Ombusdman Republik Indonesia Alamsyah Saragih meminta Menteri Energi Sumber Daya Mineral Arcandra Tahar tidak mempermainkan persepsi publik terkait dengan status kewarganegaraannya yang kini tengah disorot publik. "Status kewarganegaraan seorang menteri adalah informasi yang terbuka," katanya kepada Tempo, Ahad, 14 Agustus 2016.

    Keterbukaan informasi itu, kata Alamsyah, termasuk apakah ia pernah berupaya mendapatkan kewarganegaraan di negara lain. "Sebaiknya Menteri ESDM segera menegaskan bahwa ia tidak berwarga negara ganda dan tidak pernah berupaya mendapatkan kewarganegaraan lain," ucapnya.

    Menurut Alamsyah, status warga negara ganda sangat berisiko menimbulkan hambatan pemberantasan maladministrasi di sektor yang dibidangi berupa pelayanan yang diskriminatif dan dipenuhi konflik kepentingan.

    Baca Juga: Rumor Menteri Arcandra Warga AS, Luhut Beri Penjelasan

    Sebelumnya, tersebar informasi lewat media sosial bahwa Arcandra telah berpindah menjadi warga negara Amerika Serikat. Proses naturalisasi Arcandra disebut-sebut terjadi pada 2012.

    Proses ini memang terjadi saat seseorang resmi bersumpah kemudian memperoleh green card. Sebulan sebelumnya, Arcandra mengurus paspor Republik Indonesia kepada Konsulat Jenderal RI Houston untuk berlaku selama lima tahun.

    Jika rumor ini benar, berdasarkan Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan, status Arcandra sebagai WNI gugur. Sebab, Indonesia tidak mengakui sistem dua kewarganegaraan.

    Simak: Ditanya Soal Kewarganegaraan, Menteri Arcandra Sebut Muka Padang

    Arcandra baru dilantik pada 27 Juli 2016 menggantikan Sudirman Said. Arcandra lama bergulat di dunia migas, khususnya dalam pengembangan teknologi lepas pantai. Terakhir, dia menjabat presiden Petroneering, perusahaan rekayasa dan teknologi yang fokus pada pengembangan kilang lepas pantai, sejak 2013.

    Sejak pertama kali dilantik, dia selalu menghindari pertanyaan awak media. Bahkan, saat konferensi pers pekan lalu, dia menolak menjawab pertanyaan detail terkait dengan kebijakan sektor energi. "Saya baru dua minggu di sini," ujar Arcandra, Rabu lalu.

    JONIANSYAH HARDJONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.