Djarot: Risma Ditunjuk sebagai Juru Kampanye PDIP

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Walikota Surabaya, Tri Rismaharini saat menjadi saksi dalam pengelolaan biaya pendidikan yang diambil alih Pemprov Jawa Timur yang di perkarakan di Mahkamah Konstitusi - Jakarta, 8 Juni 2016. TEMPO/Amston Probel

    Walikota Surabaya, Tri Rismaharini saat menjadi saksi dalam pengelolaan biaya pendidikan yang diambil alih Pemprov Jawa Timur yang di perkarakan di Mahkamah Konstitusi - Jakarta, 8 Juni 2016. TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengurus teras Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang juga Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, masih bungkam soal siapa pasangan calon yang akan diusung partainya dalam pemilihan kepala daerah Jakarta tahun depan. Menurut Djarot, calonnya belum final, selama belum ada rekomendasi dari Dewan Pimpinan Pusat dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

    Adapun PDIP belum menentukan calon yang diusung, nama Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini santer dikabarkan sebagai kandidat yang telah direstui Megawati. Ditanya soal ini, Djarot tidak mau berkomentar banyak. "Yang benar itu, Ibu Risma (ditunjuk) sebagai jurkamnas (juru kampanye nasional)," kata Djarot di Balai Kota Jakarta, Rabu, 10 Agustus 2016.

    Baca: Keluarga Berharap Risma Tidak Maju Pilkada DKI Jakarta

    Meski ditunjuk sebagai juru kampanye PDIP, kata Djarot, peluang Risma untuk dicalonkan sebagai gubernur tidak tertutup. "Aduh, kalau peluang macam-macam, semua ada, peluang sebelum rekomendasi DPP dan ketua umum," ujar bekas Wali Kota Blitar itu.

    Meskipun banyak yang mendorong Risma, warga Surabaya menolak wali kotanya dibawa ke Jakarta. Mereka yang terdiri atas berbagai elemen sempat menggelar aksi damai di depan gedung Balai Kota Surabaya kemarin. Warga Kota Pahlawan itu menagih janji Risma untuk tetap memimpin Kota Surabaya.

    Baca: @Lovesurabaya Serahkan Petisi #TolakRismakeJakarta ke Risma

    Menanggapi tarik-ulur soal Risma, Djarot belum bisa berkomentar. Ia mengembalikan masalah tersebut kepada DPP PDIP. "Makanya, kami kan partai. Akan melihat itu, lihat kepentingan yang lebih besar," kata Djarot.

    LARISSA HUDA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.