Diantar Ipar, Anak Buah Santoso di Poso Menyerahkan Diri  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi berjaga di dekat dua peti jenazah di depan Ruangan Instalasi Forensik Rumkit Bayangkara, Palu, 19 Juli 2016. Kapolri memastikan salah satu terduga teroris yang tewas adalah Santoso alias Abu Wardah, lewat pemeriksaan sidik jari. ANTARA/Fiqman Sunandar

    Polisi berjaga di dekat dua peti jenazah di depan Ruangan Instalasi Forensik Rumkit Bayangkara, Palu, 19 Juli 2016. Kapolri memastikan salah satu terduga teroris yang tewas adalah Santoso alias Abu Wardah, lewat pemeriksaan sidik jari. ANTARA/Fiqman Sunandar

    TEMPO.CO, Poso - Seorang anggota kelompok Mujahidin Indonesia Timu,r pimpinan Santoso alias Abu Wardah, di Poso, Sulawesi Tengah, menyerahkan diri pada Jumat dinihari, 5 Agustus 2016. Dia bernama Jumri yang sebelumnya masuk di daftar pencarian orang (DPO) polisi.

    “Betul, satu anak buah Santoso menyerahkan diri. Tapi masih ditangani tim Satuan Tugas Tinombala di lapangan,” kata Kepala Bidang Humas Markas Polisi Daerah Sulawesi Tengah Ajun Komisaris Besar Hari Suprapto, saat dihubungi Tempo, Jumat, 5 Agustus.

    Berdasarkan informasi yang dihimpun, pada Jumat, pukul 04.00 Wita, Jumri menyerahkan diri di Dusun Ratulene, Kelurahan Kasiguncu, Kecamatan Poso Pesisir. Ia diserahkan kakak iparnya yang bernama Andreas alias Papa Pina.

    Keduanya berangkat dari Kampung Tamanjeka dan melewati Jalan Trans Desa Lape, Poso Pesisir. Setelah itu Satgas Tinombala dan keduanya bertemu di Dusun Ratulene. Jumri lalu dibawa ke Poso Kota untuk diperiksa.

    Dengan menyerahnya Jumri, anggota kelompok Santoso yang masih buron kini tersisa 17 orang. Di antaranya, Ali Kalora dan Basri alias Bagong beserta istrinya, yang saat ini diperkirakan masih bersembunyi di wilayah hutan Poso.

    AMAR BURASE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.